Rapat kerja Komisi V DPR di Senayan, Senin lalu, diwarnai keprihatinan serius. Ketua Komisi, Lasarus, secara khusus menyoroti nasib korban di wilayah terdampak bencana Sumatera. Ia mendesak kejelasan soal satu hal mendasar: komunikasi.
Pertanyaan itu dilontarkan setelah paparan dari Kepala Basarnas, Mohammad Syafii, mengenai kondisi terkini penanganan bencana. Lasarus lalu menyebutkan satu per satu nama daerah yang menurutnya masih terpencil dan sulit dijangkau.
"Masih ada daerah yang terisolir itu Kabupaten Bener Meriah, Aceh Tengah, Humbang Hasundutan, Tapanuli Utara, Kabupaten Agam," ujar Lasarus, mencoba memastikan daftarnya.
"Kalau di Aceh itu tadi Bener Meriah dengan Aceh Tengah. Sumut itu ada Humbang Hasundutan dan Tapanuli Utara, kemudian Sumbar tuh Kabupaten Agam dan Pesisir Selatan. Ini mohon konfirmasi, Pak," sambungnya.
Menanggapi hal itu, Syafii mengakui beberapa wilayah memang belum bisa dilalui kendaraan umum. Aksesnya masih terbatas. Namun begitu, ia memberi catatan bahwa tim di lapangan sudah bisa menjangkaunya meski harus menggunakan sepeda motor.
"Sebenarnya dari titik-titik itu sebenarnya sudah terjangkau, ada beberapa yang melalui jalur motor misalkan, seperti itu," jelas Syafii.
"Namun memang ada mulai dari jembatan, dan juga intinya belum bisa masuk dari mobil secara angkutan umum secara normal, dan ini terus dilaksanakan, khususnya dengan melibatkan TNI," tambahnya.
Artikel Terkait
Dua Tersangka Kerusuhan Agustus 2025 Divonis Penjara, 23 Lainnya Bebas Bersyarat
Gus Yahya Kembali Memegang Kendali, PBNU Pilih Rekonsiliasi
Setelah Seminggu, Upaya Tanggap Darurat Longsor Cisarua Masih Berjalan
KPK Periksa Asisten Pribadi Ridwan Kamil Terkait Dugaan Korupsi Iklan Bank BJB