Usai menghadiri sebuah acara di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat lalu, Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono membeberkan langkah-langkah pemerintah menangani dampak banjir besar di Sumatera. Cuaca ekstrem yang melanda sejumlah wilayah itu memaksa Kemenkes dan pemerintah daerah bergerak cepat. Menurut Dante, setidaknya ada empat strategi utama yang dijalankan agar layanan kesehatan tak lumpuh total.
"Ada empat strategi yang kita lakukan untuk penanganan banjir yang sekarang berdampak di Sumatera," ujarnya.
Prioritas pertama, jelasnya, adalah menangani korban langsung. Tim kesehatan dikerahkan ke titik-titik pengungsian, bahkan ke daerah yang sulit dijangkau, untuk memberi perawatan medis segera bagi yang luka atau cedera.
"Pertama adalah penanganan langsung terhadap korban yang mengalami luka," tegas Dante.
Namun begitu, masalahnya tak cuma korban. Banyak fasilitas kesehatan, seperti Puskesmas, terendam atau rusak sehingga tak bisa beroperasi. Itulah mengapa strategi kedua adalah pemulihan cepat. Pemerintah berupaya keras merevitalisasi layanan kesehatan yang terdampak itu.
"Kedua, kita lakukan revitalisasi pelayanan kesehatan yang berdampak dan tidak bisa beroperasi," katanya.
Langkah ketiga tak kalah krusial: pengiriman bantuan logistik. Obat-obatan, alat medis, dan bahan habis pakai dikirim untuk mengantisipasi lonjakan keluhan kesehatan di lokasi bencana. Kecepatan pengiriman jadi kunci.
"Supaya bisa terkendali, bantuan logistik medis ini harus cepat," tambahnya.
Strategi terakhir menyangkut sumber daya manusia. Tenaga kesehatan tambahan dari pusat dimobilisasi ke daerah-daerah yang kekurangan. Tujuannya sederhana, agar pelayanan di lapangan bisa lebih optimal dan merata.
Di sisi lain, Dante mengaku waspada dengan ancaman penyakit pascabanjir. Beberapa laporan sudah mulai masuk.
"Ini sudah mulai ada yang gatal-gatal, demam, sampai tifus. Ini kita tangani dengan koordinasi setiap hari lewat vidcon," ujarnya.
Koordinasi harian dengan kepala dinas kesehatan di wilayah terdampak diperkuat. Surveilans ditingkatkan untuk mengantisipasi wabah. Hingga saat ini, pantauan Kemenkes mencakup 75 kabupaten/kota di tiga provinsi, dengan 50 wilayah di antaranya dikonfirmasi terdampak banjir. Situasinya dinamis, dan upaya penanganan terus berjalan.
Artikel Terkait
Pria di India Bawa Kerangka Adik ke Bank sebagai Bukti Kematian demi Cairkan Tabungan
Longsor di Merangin, Akses Jalan Desa Rantau Jering Masih Tersumbat Material
Anggota DPR Dorong Dirut KAI Evaluasi Total Sistem Keselamatan Usai Insiden Stasiun Bekasi Timur
Menhub Dudy Purwagandhi Melayat Korban Tewas Kecelakaan Kereta di Bekasi, Pastikan Santunan Jasa Raharja Segera Cair