Imlek 2026: Tanggal, Tradisi, dan Pantangan yang Perlu Diketahui

- Rabu, 28 Januari 2026 | 16:15 WIB
Imlek 2026: Tanggal, Tradisi, dan Pantangan yang Perlu Diketahui

Menjelang Imlek dan Cap Go Meh 2026, begini jadwal dan serba-serbinya.

Suasana perayaan khas Tionghoa sebentar lagi akan kembali menghiasi negeri. Imlek dan Cap Go Meh, dua momen yang selalu dinanti, tinggal menghitung hari. Biasanya, berbagai festival dan tradisi unik digelar, menciptakan kenangan yang sulit dilupakan.

Nah, bagi yang belum terlalu familiar, apa sih bedanya? Singkatnya, Imlek adalah Hari Tahun Baru itu sendiri. Sementara Cap Go Meh adalah puncak sekaligus penutup dari rangkaian perayaan Imlek. Lalu, kapan tepatnya kita merayakannya di Indonesia tahun 2026?

Kapan Perayaannya?

Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili jatuh pada Selasa, 17 Februari 2026. Perhitungannya mengikuti kalender lunar atau kalender bulan.

Nah, Cap Go Meh datang tepat lima belas hari setelahnya. Jadi, jika hitungan kita benar, puncak perayaan ini akan berlangsung pada Selasa, 3 Maret 2026. Imlek sendiri selalu jadi momen spesial. Bukan cuma soal kumpul keluarga, tapi juga pertunjukan-pertunjukan seni yang memukau.

Menurut sejumlah sumber, Cap Go Meh sering ditandai dengan Festival Lampion atau Yuan Xiao Jie. Ribuan lampion yang menerangi malam bukan sekadar hiasan. Ia melambangkan pelepasan tahun lama dan penyambutan tahun baru dengan penuh harapan akan keberuntungan.

Ragam Tradisi yang Hidup di Indonesia

Di sini, perayaan Imlek punya ciri khasnya sendiri. Beberapa tradisi ini mungkin sudah sangat kamu kenal.

Angpao, si amplop merah.

Ini tradisi yang paling dinanti, terutama oleh anak-anak! Angpao diberikan dari orang yang lebih tua atau sudah menikah kepada yang lebih muda dan belum menikah. Maknanya dalam-dalam, lho. Bukan sekadar uang, tapi simbol harapan tulus agar penerimanya dilimpahi rezeki dan kesejahteraan di tahun baru.

Gemuruh Petasan dan Kembang Api.

Suasana makin meriah dengan bunyi petasan dan warna-warni kembang api menghiasi langit. Ternyata, ini bukan cuma untuk hiburan semata. Secara turun-temurun, bunyi dan cahaya terang itu dipercaya bisa mengusir energi negatif dan roh jahat, sekaligus membawa kebahagiaan.

Tarian Magis Barongsai.

Susah dibayangkan Imlek tanpa atraksi Barongsai yang enerjik. Gerakan lincah sang singa atau naga bukan sekadar tarian biasa. Ia dipercaya membawa kekuatan magis untuk mengusir nasib buruk dan mendatangkan keberuntungan bagi yang menyaksikannya.

Pantangan yang Masih Dipercaya

Selain hal-hal yang dilakukan, ada juga beberapa pantangan yang masih dipegang oleh banyak kalangan, terutama generasi tua. Tujuannya jelas: agar rezeki dan keberuntungan tidak "lari" di tahun baru.

Jangan Menyapu atau Buang Sampah.

Kegiatan bersih-bersih ini dikaitkan dengan metafora menyapu dan membuang rezeki keluar rumah. Kalau terpaksa harus membersihkan, lakukan dari tepi luar ke dalam, lalu simpan sampahnya dulu. Baru dibuang setelah hari kelima Imlek.

Hindari Labu di Meja Makan.

Ini berkaitan dengan bunyi pengucapannya. Dalam bahasa Mandarin, labu disebut "gwa", yang bunyinya mirip dengan kata yang berkonotasi kematian. Karena itu, demi menghindari kesan negatif, labu biasanya disingkirkan dulu dari menu.

Sarapan Bubur dan Daging? Sebaiknya Jangan.

Bubur kerap diidentikkan dengan makanan orang yang kekurangan. Maka, memakannya di pagi hari pertama tahun baru dianggap bisa membawa pertanda kemiskinan. Lalu, kenapa daging juga dilarang? Ini bentuk penghormatan kepada para dewa yang diyakini menentang pembunuhan hewan, di hari ketika semua dewa dipercaya sedang bersilahturahmi.

Jadi, itulah sekelumit tentang Imlek dan Cap Go Meh 2026. Intinya, Cap Go Meh adalah penutup meriah yang datang dua minggu setelah hari pertama Imlek. Selamat menyambut tahun baru!

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar