MURIANETWORK.COM – Ancaman dari Korea Utara kini berubah wajah. Bukan cuma soal berapa banyak hulu ledak nuklir yang mereka punya, tapi yang lebih mencemaskan adalah kemajuan pesat teknologi rudal balistik antarbenua atau ICBM. Dunia internasional mulai benar-benar waswas.
Presiden Korea Selatan, Lee Jae Myung, baru-baru ini mengungkapkan fakta yang cukup mencengangkan. Menurutnya, Korut punya kapasitas untuk memproduksi material nuklir yang cukup untuk 10 sampai 20 senjata baru setiap tahunnya. Dan itu berjalan beriringan dengan pengembangan rudal-rudal jarak jauh mereka yang sepertinya tak terbendung. Kombinasi mematikan ini mengubah ancaman itu dari sekadar masalah regional menjadi ancaman global yang nyata.
“Material nuklir yang mampu memproduksi 10 hingga 20 senjata nuklir per tahun terus diproduksi, dan teknologi ICBM masih berkembang,”
ujar Lee dalam sebuah pernyataan di Seoul.
Intinya, kata Lee, kemajuan di bidang ICBM ini berarti ancaman Korut sudah melampaui batas Semenanjung Korea. Mereka kini punya kemampuan untuk mengancam target-target di benua lain. Dengan rudal jarak jauh yang bisa dipasangi kepala nuklir, posisi Pyongyang sebagai kekuatan yang mesti diperhitungkan di panggung dunia semakin kuat. Bisa dibilang, daya gentar mereka meningkat signifikan.
Di sisi lain, situasi yang terus memanas ini memaksa Seoul untuk berpikir ulang. Lee menekankan bahwa pendekatan lama seperti tekanan militer atau sanksi ekonomi ternyata kurang efektif. Yang dibutuhkan sekarang adalah strategi yang lebih pragmatis dan realistis untuk mencegah eskalasi.
Artikel Terkait
Lincoln Siap Serbu, UEA Tolak Jadi Pangkalan AS
Mural Kapal Induk AS Hancur di Teheran, Iran Kirim Peringatan Visual ke Washington
Mobil Antipeluru Selamatkan Wali Kota dari Serangan RPG di Maguindanao
Dua Negara Arab Dukung Serangan AS ke Iran, Kapal Induk Sudah Siap di Jarak Tempur