Kemacetan parah di Pasar Padang Luar, Agam, mungkin akhirnya menemui titik terang. Setelah puluhan tahun jadi momok bagi pengendara dan pedagang, Kementerian PU menyatakan kesiapan mereka untuk membangun sebuah flyover di kawasan itu. Proyek ini digadang-gadang sebagai solusi permanen untuk masalah klasik Sumatera Barat tersebut.
Kepastian itu datang usai peninjauan lapangan Rabu lalu. Hadir dalam rombongan itu Wakil Ketua Komisi VI DPR Andre Rosiade, Menteri PU Dody Hanggodo, Gubernur Sumbar Mahyeldi, serta pejabat BPJN setempat. Pasar Padang Luar sendiri bukan pasar sembarangan ini pasar sayur terbesar di Sumatera. Bayangkan saja, arus kendaraan, terutama truk pengangkut logistik, memadati kawasan itu setiap hari. Macetnya sudah jadi cerita turun-temurun.
Nah, menurut Andre Rosiade, dari sisi teknis semuanya sudah siap. Desain konstruksi flyover-nya sudah ada dan dapat persetujuan awal. Yang masih perlu dikerjakan adalah urusan administrasi, terutama soal pembebasan lahan. Ada aset warga dan PT KAI yang masih harus dibicarakan.
"Desain flyover sudah aman. Tinggal urusan lahan saja, terutama yang terkait dengan PT KAI. Ini sedang kami urus secara serius," jelas Andre.
Ia menambahkan, "Dirut KAI akan kami bawa langsung ke Padang Luar untuk duduk bersama dengan Pak Gubernur dan Bupati Agam."
Lahan yang dimaksud sebagian berada di atas aset PT KAI, luasnya sekitar dua hektare. Meski begitu, Andre tampak optimis. Dukungan penuh dari pemda dan Kementerian PU, katanya, akan mempermudah prosesnya. "Ini bukan janji, tapi program nyata," tegasnya. Targetnya, pembangunan bisa dimulai pada 2027, asal masalah lahan beres.
"Kalau lahan selesai, insyaallah mulai 2027. Sekarang fokus kita menyelesaikan masalah lahannya dulu," ucap Andre.
Dukungan juga datang langsung dari Menteri PU, Dody Hanggodo. Ia mengaku telah bertemu dengan Bupati Agam, Benny Warlis, dan mendapatkan persetujuan. Bagi Dody, proyek ini krusial.
"Ini kawasan vital. Kalau flyover dibangun, dampaknya besar untuk kelancaran arus barang dan mobilitas masyarakat," kata Dody.
Di sisi lain, Gubernur Mahyeldi mengonfirmasi bahwa ia sudah 'deal' dengan Bupati Agam. Pemerintah provinsi akan berupaya maksimal membantu proses pembebasan lahan milik masyarakat.
"Kita akan maksimalkan soal pembebasan lahan masyarakat dengan Bupati Agam. Karena ini sangat bermanfaat," pungkas Mahyeldi.
Jadi, semua pihak sepertinya sedang menyelaraskan langkah. Harapannya, flyover ini bukan sekadar wacana lagi, melainkan sebuah realitas yang akan mengubah wajah transportasi di kawasan itu untuk selamanya.
Artikel Terkait
200 Ribu Buruh Diprediksi Padati Monas dalam Perayaan May Day 2026
Bareskrim Gagalkan Peredaran 18 Kg Sabu Jaringan Malaysia-Indonesia, Tiga Tersangka Ditangkap
Kebakaran Apartemen di Tanjung Duren, 110 Personel Damkar Dikerahkan
Pemerintah Percepat Penertiban Perlintasan Sebidang Usai Kecelakaan KA di Bekasi