Sebuah antrean panjang di TPST Bantar Gebang berakhir tragis Jumat lalu. Seorang sopir truk sampah, berinisial W, ditemukan meninggal dunia di dalam kendaraannya. Ia diduga kelelahan setelah menunggu berjam-jam untuk membongkar muatan.
Menurut sejumlah saksi, kejadian itu menyisakan duka. Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Selatan pun membenarkan kabar tersebut.
Kepala Sudin LH Jaksel, Dedy Setiono, menyampaikan ucapan belasungkawa. "Kami sangat berduka atas gugurnya petugas kami," katanya, Senin (8/12/2025).
Dia menjelaskan, pihaknya langsung turun tangan mengurus segala keperluan jenazah. "Dari sejak kejadian, pemakaman sampai dengan pasca pemakaman, kami upayakan," ujar Dedy.
Tak hanya itu, upaya bantuan untuk keluarga almarhum juga digalang. Mereka mengumpulkan sumbangan dari rekan-rekan sekerja.
"Kami juga melakukan penggalangan kepedulian rekan-rekan seluruh Sudin Lingkungan Hidup Jakarta Selatan untuk beliau dan keluarga," tuturnya.
Soal jam kerja, Dedy menegaskan W bekerja sesuai aturan. Patokannya jelas: tidak melebihi 40 jam per minggu, seperti diatur undang-undang ketenagakerjaan. Namun begitu, kelelahan yang dialami W di lokasi antrean itu menjadi pertanyaan tersendiri yang masih menyisakan kepiluan.
Artikel Terkait
Menteri Kehutanan Sebut Koordinasi dan Peran Masyarakat Kunci Turunkan Karhutla di Tengah El Nino
Bupati Sitaro Chyntia Kalangit Resmi Tersangka Korupsi Dana Bantuan Bencana Gunung Ruang, Kerugian Negara Capai Rp22,7 Miliar
Pabrik Kawat Baja BEKA di Subang Diresmikan, Dorong Daya Saing Industri dan Serapan Tenaga Kerja
Polres Cimahi Tangkap Pelaku Tunggal Pembunuhan Perempuan Lansia di Bandung Barat