SURABAYA Bursa transfer paruh musim Super League 2025/2026 tinggal menghitung hari. Namun bagi Persebaya, situasinya justru makin pelik. Sektor penyerang mereka terlihat sangat tipis. Hingga detik ini, cuma ada satu striker murni di skuad: Mihailo Perovic. Pelatih Bernardo Tavares jelas kebingungan. Ia terpaksa memutar otak mencari solusi, termasuk mengutak-atik peran pemain yang sudah ada.
Perovic sendiri, striker asal Montenegro itu, sudah tampil 16 kali sepanjang kompetisi berjalan. Tapi kontribusinya? Masih jauh dari kata memuaskan. Cuma tiga gol yang berhasil ia catatkan. Performa yang kurang meyakinkan ini bikin Persebaya kesulitan, terutama saat harus menghadapi tim yang bertahan rapat. Mereka butuh predator di kotak penalti, dan Perovic belum bisa jadi jawaban.
Sebenarnya, manajemen sudah berusaha mencari pemain baru. Targetnya striker lokal, biar cepat beradaptasi dan efisien dalam aturan pemain asing. Tapi usaha itu mentok. Kenyataannya, sebagian besar striker lokal yang performanya bagus sudah terikat kontrak panjang. Pilihan yang tersisa sangat terbatas.
Pelatih Bernardo Tavares pun mengakui kesulitan ini. Ia bilang, kondisi bursa transfer kali ini memang tidak ideal buat klub yang ingin merekrut pemain lokal di tengah jalan.
“Tidak mudah untuk mendatangkan pemain lokal di bursa transfer kali ini, karena pemain lokal sudah terikat kontrak,” ujar Tavares.
Meski begitu, ia memastikan timnya tak akan menyerah mencari jalan keluar.
Nah, karena opsi eksternal seret, Tavares beralih ke solusi internal. Ia punya rencana menukar posisi seorang winger. Malik Risaldi, pemain sayap Timnas Indonesia, sedang dilirik untuk diposisikan sebagai striker. Selama ini Malik dikenal sebagai pemain sayap murni yang cepat dan agresif. Tapi pelatih melihat ada karakteristik lain yang memungkinkan ia main lebih ke tengah.
“Tapi bagaimanapun, Malik bisa bermain sebagai pemain sayap, bisa juga sebagai striker,” kata Tavares.
Data dari Transfermarkt menunjukkan, Malik sudah tampil 18 kali di liga musim ini. Dua di antaranya, ia memang sudah dicoba sebagai striker. Bukan posisi utamanya, tapi naluri menyerang dan mobilitasnya dinilai cukup bagus untuk mengacak-acak pertahanan lawan.
Tavares menegaskan, fleksibilitas seperti ini sekarang jadi tuntutan buat semua pemain Persebaya. Di tengah keterbatasan skuad, setiap orang harus siap dimainkan di mana saja.
“Semua orang harus siap, ini target kami,” tegasnya.
Artikel Terkait
Duel Sengit Indonesia di Semifinal Thailand Masters, Tiga Tiket Final Sudah Di Kantong
Babak Play-Off Liga Champions: Jalan Berduri Menuju 16 Besar
PSM Makassar Belum Puas, Masih Berburu Striker Asing Baru
Balas Dendam Madrid: Benfica Kembali Jadi Lawan di Play-off Liga Champions