Persebaya Terpaksa Sulap Malik Risaldi Jadi Striker Andalan

- Jumat, 30 Januari 2026 | 21:00 WIB
Persebaya Terpaksa Sulap Malik Risaldi Jadi Striker Andalan
Persebaya Hadapi Masalah Striker

SURABAYA Bursa transfer paruh musim Super League 2025/2026 tinggal menghitung hari. Namun bagi Persebaya, situasinya justru makin pelik. Sektor penyerang mereka terlihat sangat tipis. Hingga detik ini, cuma ada satu striker murni di skuad: Mihailo Perovic. Pelatih Bernardo Tavares jelas kebingungan. Ia terpaksa memutar otak mencari solusi, termasuk mengutak-atik peran pemain yang sudah ada.

Perovic sendiri, striker asal Montenegro itu, sudah tampil 16 kali sepanjang kompetisi berjalan. Tapi kontribusinya? Masih jauh dari kata memuaskan. Cuma tiga gol yang berhasil ia catatkan. Performa yang kurang meyakinkan ini bikin Persebaya kesulitan, terutama saat harus menghadapi tim yang bertahan rapat. Mereka butuh predator di kotak penalti, dan Perovic belum bisa jadi jawaban.

Sebenarnya, manajemen sudah berusaha mencari pemain baru. Targetnya striker lokal, biar cepat beradaptasi dan efisien dalam aturan pemain asing. Tapi usaha itu mentok. Kenyataannya, sebagian besar striker lokal yang performanya bagus sudah terikat kontrak panjang. Pilihan yang tersisa sangat terbatas.

Pelatih Bernardo Tavares pun mengakui kesulitan ini. Ia bilang, kondisi bursa transfer kali ini memang tidak ideal buat klub yang ingin merekrut pemain lokal di tengah jalan.

“Tidak mudah untuk mendatangkan pemain lokal di bursa transfer kali ini, karena pemain lokal sudah terikat kontrak,” ujar Tavares.

Meski begitu, ia memastikan timnya tak akan menyerah mencari jalan keluar.

Nah, karena opsi eksternal seret, Tavares beralih ke solusi internal. Ia punya rencana menukar posisi seorang winger. Malik Risaldi, pemain sayap Timnas Indonesia, sedang dilirik untuk diposisikan sebagai striker. Selama ini Malik dikenal sebagai pemain sayap murni yang cepat dan agresif. Tapi pelatih melihat ada karakteristik lain yang memungkinkan ia main lebih ke tengah.

“Tapi bagaimanapun, Malik bisa bermain sebagai pemain sayap, bisa juga sebagai striker,” kata Tavares.

Data dari Transfermarkt menunjukkan, Malik sudah tampil 18 kali di liga musim ini. Dua di antaranya, ia memang sudah dicoba sebagai striker. Bukan posisi utamanya, tapi naluri menyerang dan mobilitasnya dinilai cukup bagus untuk mengacak-acak pertahanan lawan.

Tavares menegaskan, fleksibilitas seperti ini sekarang jadi tuntutan buat semua pemain Persebaya. Di tengah keterbatasan skuad, setiap orang harus siap dimainkan di mana saja.

“Semua orang harus siap, ini target kami,” tegasnya.

“Siapapun yang bermain di posisi ini harus siap dan sesuai dengan karakteristik pemain yang bermain di sana,” lanjut Bernardo.

Langkah ini sebenarnya bukan hal baru bagi Tavares. Saat masih menukangi PSM Makassar dulu, ia sudah punya rekam jejak bagus dalam mengembangkan pemain lokal. Sosok Ramadhan Sananta adalah contoh nyata. Di bawah asuhannya, Sananta yang semula cuma pemain potensial, berubah jadi striker tajam dan taktis.

Sananta bergabung dengan PSM di awal Liga 1 2022/2023. Langsung jadi ujung tombak utama. Di musim debutnya itu, ia cetak 11 gol dan bikin dua assist. Kontribusi penting yang bantu PSM jadi juara. Semua itu tak lepas dari sentuhan Tavares yang memolesnya secara perlahan.

Kedekatan mereka kerap disebut sebagai contoh sukses pelatih dan pemain. Kini, pola serupa coba diterapkan Tavares di Persebaya. Malik Risaldi adalah proyek barunya. Mampukah ia menjadi “Sananta” yang baru?

Di tengah semua kekhawatiran soal striker, performa tim justru sedang naik daun. Persebaya belum kalah dalam 11 laga terakhir! Bahkan mereka sedang dalam tren positif dengan empat kemenangan beruntun: 4-0 atas Persijap, 1-0 lawan Madura United, 2-1 menang dari Malut United, dan 3-0 menghabisi PSIM Yogyakarta.

Rentetan hasil gemilang itu membawa Bajul Ijo melesat ke posisi keenam klasemen. Mereka mengumpulkan 31 poin dari 18 laga. Masih terpaut 10 poin dari Persib Bandung di puncak, tapi trennya jelas bagus. Meski begitu, Tavares bersikeras bahwa kebutuhan striker tambahan tetap mendesak. Performa tim bagus, tapi ia yakin dengan striker yang tepat, hasilnya bisa lebih baik lagi.

Ia juga belum menutup kemungkinan untuk tetap mendatangkan penyerang baru sebelum bursa ditutup. Waktu memang semakin sempit, tapi masih ada kesempatan.

“Saya rasa bursa transfer akan berakhir pada tanggal 6 Februari,” ujar Tavares.

“Jadi semuanya mungkin terjadi, mari kita lihat apa yang akan terjadi,” tambahnya penuh harap.

Kini, waktu terus berjalan. Publik Surabaya menanti, apakah Bernardo Tavares benar-benar bisa menyulap Malik Risaldi jadi jawaban di lini depan. Kalau berhasil, ini bukan cuma sekadar solusi darurat. Tapi juga jadi bukti lain bahwa tangan dingin pelatih asal Portugal itu masih relevan, bahkan di tengah keterbatasan yang ada.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler