Persebaya Terpaksa Sulap Malik Risaldi Jadi Striker Andalan

- Jumat, 30 Januari 2026 | 21:00 WIB
Persebaya Terpaksa Sulap Malik Risaldi Jadi Striker Andalan

“Siapapun yang bermain di posisi ini harus siap dan sesuai dengan karakteristik pemain yang bermain di sana,” lanjut Bernardo.

Langkah ini sebenarnya bukan hal baru bagi Tavares. Saat masih menukangi PSM Makassar dulu, ia sudah punya rekam jejak bagus dalam mengembangkan pemain lokal. Sosok Ramadhan Sananta adalah contoh nyata. Di bawah asuhannya, Sananta yang semula cuma pemain potensial, berubah jadi striker tajam dan taktis.

Sananta bergabung dengan PSM di awal Liga 1 2022/2023. Langsung jadi ujung tombak utama. Di musim debutnya itu, ia cetak 11 gol dan bikin dua assist. Kontribusi penting yang bantu PSM jadi juara. Semua itu tak lepas dari sentuhan Tavares yang memolesnya secara perlahan.

Kedekatan mereka kerap disebut sebagai contoh sukses pelatih dan pemain. Kini, pola serupa coba diterapkan Tavares di Persebaya. Malik Risaldi adalah proyek barunya. Mampukah ia menjadi “Sananta” yang baru?

Di tengah semua kekhawatiran soal striker, performa tim justru sedang naik daun. Persebaya belum kalah dalam 11 laga terakhir! Bahkan mereka sedang dalam tren positif dengan empat kemenangan beruntun: 4-0 atas Persijap, 1-0 lawan Madura United, 2-1 menang dari Malut United, dan 3-0 menghabisi PSIM Yogyakarta.

Rentetan hasil gemilang itu membawa Bajul Ijo melesat ke posisi keenam klasemen. Mereka mengumpulkan 31 poin dari 18 laga. Masih terpaut 10 poin dari Persib Bandung di puncak, tapi trennya jelas bagus. Meski begitu, Tavares bersikeras bahwa kebutuhan striker tambahan tetap mendesak. Performa tim bagus, tapi ia yakin dengan striker yang tepat, hasilnya bisa lebih baik lagi.

Ia juga belum menutup kemungkinan untuk tetap mendatangkan penyerang baru sebelum bursa ditutup. Waktu memang semakin sempit, tapi masih ada kesempatan.

“Saya rasa bursa transfer akan berakhir pada tanggal 6 Februari,” ujar Tavares.

“Jadi semuanya mungkin terjadi, mari kita lihat apa yang akan terjadi,” tambahnya penuh harap.

Kini, waktu terus berjalan. Publik Surabaya menanti, apakah Bernardo Tavares benar-benar bisa menyulap Malik Risaldi jadi jawaban di lini depan. Kalau berhasil, ini bukan cuma sekadar solusi darurat. Tapi juga jadi bukti lain bahwa tangan dingin pelatih asal Portugal itu masih relevan, bahkan di tengah keterbatasan yang ada.


Halaman:

Komentar