Baku Tembak Mencekam Gagalkan Penangkapan Bandar Narkoba di Pekalongan

- Rabu, 26 November 2025 | 12:10 WIB
Baku Tembak Mencekam Gagalkan Penangkapan Bandar Narkoba di Pekalongan
Penggerebekan Bandar Narkoba di Pekalongan Berakhir Ricuh

Penggerebekan Bandar Narkoba di Pekalongan Berakhir Ricuh

Suasana malam di Kelurahan Pringrejo, Kota Pekalongan, tiba-tiba berubah mencekam. Bukannya damai, Selasa (25/11) malam itu justru diwarnai baku tembak. Personel Polda Jawa Tengah dan Polres Pekalongan yang sedang menggerebek sebuah rumah bandar narkoba malah disambut dengan tembakan dari dalam.

Penggerebekan ini ternyata tidak berjalan mulus. Bahkan, berlangsung cukup lama dan penuh ketegangan. Sejumlah orang di dalam rumah itu melakukan perlawanan sengit. Mereka tak segan menembaki petugas yang mendatangi lokasi.

Kabag Ops Polres Pekalongan, Kompol Farid, yang memimpin langsung operasi itu menjelaskan asal muasal penggerebekan. Menurutnya, aksi ini merupakan hasil pengembangan dari penangkapan sebelumnya terkait peredaran psikotropika di daerah Tangkil Kulon, Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan.

"Jadi kegiatan malam ini hasil pengembangan penangkapan psikotropika di daerah Tangkil Kulon, Kedungwuni. Kemudian mengembangkan ke sini, dilakukan penangkapan dan terjadi perlawanan pada saat penangkapan awal,"

Perlawanan yang diberikan para pelaku ternyata cukup serius. Mereka menggunakan senjata jenis softgun untuk menembaki petugas. Tak hanya itu, senjata tajam juga mereka hunus untuk melawan. Salah satu mobil dinas polisi menjadi korban, kaca jendela pintu depannya bolong diterjang peluru softgun.

Melihat situasi yang semakin panas dan tidak terkendali, Polres Pekalongan pun minta bantuan. Mereka membackup operasi dengan memanggil Brimob Polda Jateng yang markasnya tak jauh, di Kalibanger, Kota Pekalongan.

Namun begitu, ketegangan justru memuncak lagi. Para pelaku di dalam rumah masih bersikukuh tidak mau menyerah. Petugas yang sudah mengepung lokasi akhirnya mengambil langkah tegas. Mereka mendobrak pintu dan melepaskan tembakan peringatan ke udara, memaksa pelaku untuk menyerah.

Farid menambahkan, permintaan bantuan itu memang sengaja dilakukan untuk mengamankan situasi. “Karena ada perlawanan, kita minta back up dari Polres Pekalongan Kota dan dari Brimob untuk mencegah hal-hal yang tidak kita inginkan,” jelasnya di lokasi kejadian, Rabu (26/11) dini hari. Akhirnya, tiga orang berhasil diamankan dalam operasi yang berisiko tinggi itu.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar