Kabarnya, dua puluh tentara Burundi gugur di medan pertempuran di timur Kongo. Mereka dikerahkan untuk mendukung pasukan pemerintah Kongo melawan gerilyawan M23 di wilayah Kivu Selatan. Pertempuran ini terjadi di area yang rawan dan kompleks.
Menurut sejumlah saksi, bentrokan mematikan ini cuma berjarak beberapa hari dari penandatanganan kesepakatan damai di Washington, AS. Kesepakatan yang diteken Kamis lalu itu sebenarnya punya tujuan mulia: meredakan ketegangan dan menstabilkan kawasan timur Kongo yang kaya mineral. Tapi di lapangan, situasinya ternyata jauh lebih panas dari yang dibayangkan.
Di sisi lain, upaya merebut kembali kendali atas kota perbatasan Kamanyola terus berlangsung sengit. Kota ini titik pertemuan tiga negara: Kongo, Rwanda, dan Burundi dan saat ini dikuasai oleh M23. Ribuan tentara Burundi dikerahkan untuk membantu pasukan Kongo dalam pertempuran ini. Saling serang jadi pemandangan sehari-hari.
Nah, dengan ketegangan yang makin memanas, Burundi justru mengirim bala bantuan tambahan. Mereka bertekad bulat untuk menghalangi laju M23 yang mengincar kota Uvira. Semuanya berlangsung dalam tekanan tinggi.
Artikel Terkait
Suara dari Bawah Reruntuhan: Longsor Terjang Perkemahan di Selandia Baru
Kompolnas Soroti Dukungan Anggaran untuk Ditres PPA dan PPO yang Baru Diluncurkan
Kebakaran Hanguskan Rumah di Kwitang, 60 Personel Dikerahkan
Genangan Air di 60 Desa Pati, Warga Berharap Solusi Baru Usai Kasus Bupati