MURIANETWORK.COM - PSM Makassar mengalami peningkatan nilai pasar skuad usai mendatangkan gelandang bertahan asal Montenegro, Dusan Lagator, pada bursa transfer paruh musim. Rekrutan terakhir ini langsung menjadi aset termahal tim, mendorong total valuasi Pasukan Ramang melampaui angka Rp102 miliar. Peningkatan finansial ini menjadi salah satu sorotan menjelang laga tandang mereka menghadapi Dewa United di Stadion Gelora BJ Habibie, Parepare, Sabtu (14/2/2026), dalam lanjutan kompetisi.
Dampak Kedatangan Bintang Baru
Kedatangan Dusan Lagator di menit-menit penutupan bursa transfer membawa dampak langsung pada neraca keuangan tim. Berdasarkan catatan yang tersedia, nilai pasar pemain bertinggi 190 cm itu ditaksir mencapai Rp7,82 miliar. Angka tersebut membuatnya mengambil alih posisi sebagai pemain termahal di skuad PSM, menggeser Yuran Fernandes.
Meski belum sempat memperkuat tim, kehadiran Lagator telah mendongkrak total valuasi keseluruhan pemain Juku Eja menjadi Rp102,55 miliar. Ini merupakan kenaikan yang signifikan dari nilai sebelumnya yang berkisar di angka Rp98 miliar.
Perbandingan Kekuatan dengan Dewa United
Meski meroket, kekuatan finansial PSM ternyata masih berada di bawah lawan yang akan mereka hadiri. Analisis menunjukkan, total nilai pasar skuad Dewa United mencapai Rp110,81 miliar, lebih tinggi sekitar Rp8 miliar dibandingkan PSM.
Perbedaan juga terlihat pada rata-rata nilai per pemain. Dewa United unggul dengan rata-rata Rp3,57 miliar, sementara PSM berada di angka Rp2,93 miliar. Bahkan, gelar pemain termahal di pertandingan nanti juga dipegang oleh winger Dewa United, Noh Sadoui, yang dihargai Rp10,43 miliar.
Dari sisi komposisi tim, PSM memiliki keunggulan dalam hal usia. Rata-rata pemain mereka lebih muda, yakni 25,5 tahun, dibandingkan Dewa United yang 27,6 tahun. Bek senior Rasyid Bakri, 35 tahun, tercatat sebagai pemain tertua di jajaran Pasukan Ramang saat ini.
Laga di Lapangan Lebih Berbicara
Namun, statistik finansial dan demografi hanyalah satu sisi dari koin. Sepak bola kerap kali tak terpengaruh oleh angka-angka di atas kertas. Hal ini dibuktikan oleh catatan pertemuan langsung kedua tim.
Dalam tujuh pertandingan terakhir di kompetisi, PSM menunjukkan daya saing yang kuat. Mereka meraih tiga kemenangan, bermain imbang dua kali, dan menelan dua kekalahan dari Dewa United. Kedua kesebelasan juga memiliki catatan saling mengalahkan di kandang masing-masing, menunjukkan rivalitas yang seimbang.
Pertandingan di Parepare akhir pekan ini dipastikan bukan sekadar perebutan tiga angka. Laga ini juga menjadi ajang pembuktian antara tim dengan skuad berharga lebih mahal melawan tim yang lebih muda dan tentunya lapar akan kemenangan.
Nilai pasar boleh saja berbeda, tetapi pada akhirnya, yang akan menentukan adalah performa nyata di atas lapangan hijau.
Artikel Terkait
Juventus Incar Ederson dari Atalanta dengan Harga Rp800 Miliar
Antonio Conte Terancam Sanksi FIGC Usai Diduga Hina Wasit di Coppa Italia
FFI Operasikan Bus Baru untuk Dukung Mobilitas Timnas Futsal Indonesia
Thomas Frank Dipecat Tottenham Usai Kekalahan dan Catatan Buruk di Kandang Sendiri