Jakarta Babak 16 besar Liga Champions Eropa 2025/26 langsung dihujani gol. Dua laga yang digelar Rabu dini hari tadi menghasilkan tujuh gol, sebuah awal yang spektakuler dan penuh drama. Atletico Madrid berjumpa Tottenham Hotspur, sementara Atalanta harus berhadapan dengan raksasa Bayern Muenchen.
Di Madrid, suasana di Civitas Metropolitano benar-benar membara. Atletico Madrid, sang tuan rumah, tampil beringas dan membungkam Tottenham dengan skor telak 5-2. Mereka langsung menancapkan dominasi di menit-menit awal. Marcos Llorente membuka pesta di menit ke-6, disusul oleh Antoine Griezmann yang mencetak gol delapan menit kemudian.
Julian Alvarez bahkan mencetak gol cepat, hanya berselang satu menit setelah Griezmann! Robin Le Normand lalu menambah keunggulan menjadi 4-0 di menit ke-22. Tottenham sempat membalas lewat Pedro Porro, namun Alvarez kembali menggoyang jala Spurs di babak kedua. Dominic Solanke kemudian mencetak gol kedua untuk tamu, tapi itu hanya jadi hiburan.
Kemenangan 5-2 ini tentu memberi keunggulan psikologis yang besar bagi Atletico. Namun begitu, misi mereka di leg kedua nanti belum sepenuhnya aman. Mereka harus bertandang ke markas Spurs pekan depan dengan membawa agregat yang sama.
Bagi Tottenham, situasinya sangat sulit. Igor Tudor dan anak asuhnya harus menang dengan selisih minimal tiga gol di kandang sendiri jika ingin membalikkan keadaan. Sebuah tugas yang berat, tapi bukan mustahil dalam sepak bola.
Nasib Muram Sang Wakil Italia
Di sisi lain, panggung di Bergamo justru menjadi mimpi buruk bagi tuan rumah. Atalanta, satu-satunya perwakilan Italia di fase ini, dihancurkan Bayern Muenchen dengan skra 1-6. Pertandingan itu berlangsung satu arah sejak awal.
Bayern, di bawah komando Vincent Kompany, bermain bagai mesin yang sempurna. Josip Stanisic membuka keunggulan, lalu Michael Olise dan Serge Gnabry memperlebar jarak di babak pertama. Nicolas Jackson dan Jamal Musiala menyusul setelah jeda, sementara Olise menambah koleksi golnya menjadi dua.
Atalanta tampak tak berdaya. Baru di masa injury time, Mario Pasalic berhasil mencetak gol hiburan yang tak banyak berarti. Kekalahan 1-6 di kandang sendiri adalah pukulan telak bagi La Dea.
Sekarang, misi mereka di leg kedua terasa hampir mustahil. Harus menang dengan selisih lima gol atau lebih di Allianz Arena, markas Bayern yang terkenal angker. Raffaele Palladino punya pekerjaan rumah yang sangat besar untuk membangkitkan mental skuadnya. Asa lolos itu masih ada, tapi nyaris tak terlihat.
Dua laga, dua cerita berbeda. Satu pihak merayakan kemenangan besar, sementara yang lain harus memikirkan cara bangkit dari keterpurukan. Semuanya akan ditentukan pekan depan.
(RIZ)
Artikel Terkait
Wali Kota Bogor Pertanyakan Rasa Cinta Warga pada Alam Usai 1,2 Ton Sampah Diangkut dari Sungai Ciliwung
TIME Soroti Pemimpin Perempuan Indonesia di Balik Kesuksesan ParagonCorp sebagai Pelopor Halal Beauty Global
Meta dan Microsoft PHK Ribuan Karyawan demi Genjot Investasi AI
BNI Buka Suara soal Demo di Pematang Siantar, Tegaskan Produk Koperasi di Luar Tanggung Jawab Bank