Polda Sumatera Selatan baru saja menggagalkan aksi penyelundupan BBM di perairan Banyuasin. Dua kapal berhasil diamankan, dengan total muatan solar mencapai 82 ribu kiloliter. Lumayan besar, kan?
Operasi ini digelar pada Rabu malam, 22 April, tepat pukul 22.45 WIB. Lokasinya di Dermaga PT. Star Sampurna Indonesia, Desa Karang Anyar, Kecamatan Sumber Marga Telang. Direktorat Reserse Kriminal Khusus yang memimpin langsung penggerebekan ini.
Kapolda Sumsel, Irjen Sandi Nugroho, lewat pernyataan jajarannya menegaskan pengawasan distribusi energi bakal diperketat. Apalagi di jalur perairan soalnya tempat ini sering dijadikan jalur distribusi ilegal. Makanya mereka nggak main-main.
Nah, dua kapal yang disita itu adalah Kapal Tanker JAYA dengan muatan sekitar 10.000 kiloliter solar. Satunya lagi Kapal SPOB JESSLYN 1, muatannya jauh lebih besar, sekitar 72.000 kiloliter solar. Selain kapal, enam orang juga ikut diamankan. Terdiri dari satu pengurus dan lima awak kapal.
Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sumsel, Kombes Doni Satrya Sembiring, angkat bicara. Katanya, penyalahgunaan distribusi BBM ini kejahatan serius. Dampaknya luas, ke perekonomian dan masyarakat.
“Operasi ini bukti kalau Polda Sumsel nggak kasih ruang buat praktik ilegal di sektor energi,” ujarnya kepada wartawan, Sabtu (25/4/2026).
Operasi terpadu ini berdasarkan Surat Perintah Nomor Sprin/678/IV/PAM.3.3/2026. Tujuh unsur satuan terlibat: Ditreskrimsus, Ditintelkam, Satbrimob, Ditlantas, Bidpropam, Pomdam II/Sriwijaya, plus Polres Banyuasin. Total personel gabungan lebih dari 70 orang. Semua dikerahkan biar operasi berjalan efektif dan nggak ada celah.
Dari penyelidikan awal, aktivitas distribusi BBM ini dilakukan secara ilegal. Modusnya penjualan dari kapal ke kapal di perairan Sungai Musi. Kapal SPOB JESSLYN 1 bahkan sudah bertransaksi berulang sejak bersandar pada 19 April 2026. Dalam beberapa hari saja, frekuensi penjualannya mencapai sembilan kali.
Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Nandang Mu'min Wijaya, menyampaikan keberhasilan ini berkat sinergi antar satuan. Menurutnya, ini wujud kerja sama yang kuat dalam menghadapi kejahatan terorganisir.
“Operasi ini libatkan tujuh satuan. Ini nunjukkin Polri hadir secara menyeluruh, termasuk di wilayah perairan. Kami ajak seluruh pelaku usaha untuk patuhi ketentuan distribusi BBM sesuai aturan,” ujar Nandang.
Sekarang, penyidik Ditreskrimsus Polda Sumsel masih periksa intensif para pihak yang diamankan. Mereka juga analisis sampel BBM, periksa dokumen kapal, dan kembangkan jaringan distribusi ilegal yang lebih luas. Belum selesai, masih ada yang diusut.
Pengungkapan ini punya dampak strategis buat stabilitas energi dan ekonomi daerah. Soalnya, volume BBM yang diamankan puluhan ribu kiloliter. Kalau sampai lolos, bisa disalurkan secara ilegal di wilayah Sumatera Selatan. Untung ketahuan.
Artikel Terkait
Pria Diduga Lecehkan Anak Laki-laki di Cakung Diamuk Warga, Polisi Limpahkan ke Satuan PPA
Zelensky Tawarkan Azerbaijan sebagai Tempat Perundingan Damai dengan Rusia
Empat Prajurit TNI Gugur di Misi Perdamaian PBB Lebanon, Panglima TNI Sampaikan Duka Mendalam
PSI Targetkan Jambi Jadi Kandang Gajah pada Pemilu 2029