MURIANETWORK.COM - Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas dengan sejumlah menteri di kediamannya di Hambalang, Bogor, Minggu (15 Februari 2026), untuk mematangkan strategi perundingan dengan Amerika Serikat. Pertemuan ini menyiapkan kunjungan kerja Presiden ke Washington pada Kamis (19 Februari 2026), yang puncaknya adalah penandatanganan perjanjian tarif dagang dengan Presiden AS Donald Trump.
Fokus pada Kepentingan Nasional
Rapat yang berlangsung di luar jam kerja resmi ini menegaskan komitmen pemerintah untuk memasuki meja perundingan dengan persiapan yang sangat matang. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, yang hadir dalam pertemuan tersebut, menjelaskan bahwa Presiden Prabowo menekankan pentingnya memastikan setiap keputusan yang diambil harus memberikan posisi terbaik bagi Indonesia.
Inti dari arahan presiden adalah bagaimana perundingan ini bisa membawa manfaat nyata dan segera bagi perekonomian dalam negeri, bukan sekadar kesepakatan di atas kertas.
“Presiden menginginkan perundingan harus sebanyak-banyaknya meningkatkan produktivitas industri dalam negeri serta memperkuat global supply chain atau rantai pasok industri,” jelas Teddy, Minggu (15/2/2026).
Artikel Terkait
Prabowo Tunjukkan Finger Heart dengan Idola K-Pop di Tengah Perkuat Kemitraan Strategis dengan Korsel
Microsoft Investasikan Rp94 Triliun untuk Cloud dan AI di Singapura
PMI Manufaktur Indonesia Anjlok ke 50,1, Hampir Stagnan di Maret 2026
Harga Sembako Ramadan 2026 Turun Dibanding Tahun Lalu, Daya Beli Konsumen Terjaga