Dari jumlah itu, sepuluh orang dinyatakan tewas seketika di lokasi. Satu korban lagi, sayangnya, tak tertolong dan menghembuskan napas terakhir di rumah sakit. Sekitar 14 orang lainnya masih berjuang melawan luka-luka mereka dan kini menjalani perawatan intensif.
Menurut Mathe, laporan baru sampai ke meja polisi sekitar pukul enam pagi.
ucapnya menyampaikan duka.
Serangan brutal ini bukanlah yang pertama. Ia menambah daftar panjang penembakan massal yang kerap mengguncang Afrika Selatan. Negara dengan populasi 63 juta jiwa ini memang sudah lama bergulat dengan tingkat kriminalitas yang tinggi, dan insiden seperti ini seolah menjadi pengingat pahit yang terus berulang. Kini, hostel di Saulville itu bukan lagi sekadar tempat tinggal, melainkan saksi bisu sebuah tragedi kemanusiaan.
Artikel Terkait
Mendes PDTT Desak Pembaruan Data Tunggal untuk Pastikan Bantuan Tepat Sasaran
Kapolda Riau Dianugerahi Maklumat Hari Ekosistem Atas Komitmen Green Policing
Krisis Timur Tengah Picu Ancaman dan Peluang bagi Ekonomi Indonesia
Andakara Prastawa Pimpin Tim Merah IBL All-Star 2026, Susun Skuad Campur Senior dan Muda