Kerumunan penonton konser Gesrek di Ancol Sabtu malam itu ternyata jadi sasaran empuk bagi para pencopet. Polres Metro Jakarta Utara dan Polsek Pademangan akhirnya meringkus lima orang pelaku. Dari tangan mereka, polisi menyita tak kurang dari 21 ponsel.
Wakapolres Metro Jakarta Utara, AKBP James H Hutajulu, membeberkan modus mereka. "Kelima tersangka ini ada yang bekerja berkelompok dan ada yang bekerja sendirian," ujarnya lewat unggahan di Instagram @polrestrojakut.
Menurut penjelasannya, tiga pelaku berinisial MTM, SH, dan AGS beraksi bersama. Sementara dua lainnya, SA dan MA, nekat bekerja secara individu.
Rencana mereka sebenarnya cukup sederhana tapi cerdik: beli tiket konser seperti penonton biasa. Begitu masuk area kerumunan, mereka pura-pura menikmati musik sambil mata jelalatan mencari korban yang lengah. Konser yang digelar di Pantai Carnaval Ancol pada 29 November itu pun jadi ajang mereka beraksi.
Dari 21 ponsel yang berhasil diamankan, baru delapan yang dilaporkan resmi oleh korbannya. Untuk sisanya, polisi mengumumkannya agar pemilik yang kehilangan bisa mengambil dengan menunjukkan bukti.
"Polisi juga terus menelusuri pemilik perangkat yang belum teridentifikasi," tambah James.
Ancaman hukumannya tidak main-main. Mereka dijerat Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan, yang ancaman maksimalnya mencapai 7 tahun penjara. Penyidik juga masih mendalami, jangan-jangan kelompok ini punya kaitan dengan kasus serupa di konser-konser sebelumnya.
Korban Akhirnya Bisa Bernapas Lega
Setelah melalui proses, sejumlah ponsel akhirnya bisa kembali ke tangan pemiliknya. Salah satunya adalah Rahmad, penonton yang datang dari Jakarta Selatan.
"Alhamdulillah handphone saya bisa kembali dan kami apresiasi keseriusan pihak kepolisian dalam mengungkap laporan warga," katanya dengan lega.
Dia mengaku saat itu menaruh ponsel di kantong celana. Merasa ada yang menyentuh, tapi bingung mau menuduh siapa di tengah kerumunan yang begitu padat.
Pengalaman serupa dialami Arif. Aksi copet terjadi tepat di depan panggung utama, di mana suasana sedang ramai-ramainya. "Semua bergoyang mengikuti musik dan saya terasa ada yang mengambil ponsel, tapi orangnya tidak ketemu," kenangnya.
Korban lain, Agung, punya cerita yang lebih membuat geram. Menurutnya, pelaku yang menargetkannya beroperasi secara tim. Begitu satu orang mengambil, ponsel itu langsung dioper ke rekan lainnya.
"Belum semenit saya di sana Hp sudah hilang. Semua berdesak-desakan dan mereka terkoordinir dalam mencuri," ujar Agung menggambarkan kejadian yang dialaminya.
Artikel Terkait
Pemerintah Laporkan Capaian Penemuan 241.000 Kasus TBC, Inisiasi Pengobatan Capai 84 Persen
Polisi Tangkap Pria di Kalideres yang Curi Motor dengan Gunting
Polisi Tangkap Tersangka Pemerkosaan Santriwati di Wonogiri Tanpa Perlawanan
KPRP Dorong Kompolnas Masuk ke Sidang Etik Polri dan Punya Kewenangan Investigasi