Sebagai Ketua Umum Partai Aceh, Mualem paham betul medan yang sulit. Penyaluran bantuan ke pedalaman nyaris mustahil lewat darat. Solusi satu-satunya saat ini cuma mengandalkan perahu karet untuk mengangkut logistik yang sangat vital itu.
Dia pun mendorong semua pihak, termasuk para kepala desa, untuk lebih proaktif. Tujuannya satu: memastikan bantuan bisa sampai ke tangan warga yang membutuhkan. Di sisi lain, kerusakan fasilitas umum juga sangat masif, memperparah keadaan.
Berdasarkan kunjungannya ke wilayah timur dan tengah Aceh, Mualem mendapat gambaran yang suram. Bencana banjir dan longsor pekan lalu itu meninggalkan kesan yang dalam baginya. Mirip sekali dengan kenangan pilu dua dekade silam.
"Saya pribadi melihat banjir dan longsor ini adalah tsunami kedua," ujarnya, menggambarkan betapa dahsyatnya dampak yang dirasakan masyarakat.
Artikel Terkait
Duka di Bone: Anak Diduga ODGJ Tewaskan Ibu Kandung dengan Tikaman
Jakarta Tenggelam Lagi, 17 RT Terendam Hingga 80 Sentimeter
Prabowo Restui Langkah Darurat Selamatkan Sawah dari Gempuran Industri
Stasiun Jatake Resmi Beroperasi, Warga Pagedangan Sambut Angin Segar