Sebagai Ketua Umum Partai Aceh, Mualem paham betul medan yang sulit. Penyaluran bantuan ke pedalaman nyaris mustahil lewat darat. Solusi satu-satunya saat ini cuma mengandalkan perahu karet untuk mengangkut logistik yang sangat vital itu.
Dia pun mendorong semua pihak, termasuk para kepala desa, untuk lebih proaktif. Tujuannya satu: memastikan bantuan bisa sampai ke tangan warga yang membutuhkan. Di sisi lain, kerusakan fasilitas umum juga sangat masif, memperparah keadaan.
Berdasarkan kunjungannya ke wilayah timur dan tengah Aceh, Mualem mendapat gambaran yang suram. Bencana banjir dan longsor pekan lalu itu meninggalkan kesan yang dalam baginya. Mirip sekali dengan kenangan pilu dua dekade silam.
"Saya pribadi melihat banjir dan longsor ini adalah tsunami kedua," ujarnya, menggambarkan betapa dahsyatnya dampak yang dirasakan masyarakat.
Artikel Terkait
Pangkasan AS di Baghdad Kembali Diserang dengan Roket dan Drone
Stasiun KRL Jabodetabek Ramai di Hari Kedua Lebaran, Penumpang Padati Peron
Arus Mudik Lebaran di Tol Cipali Meningkat 48,5 Persen, Dominan Menuju Cirebon
BMKG: Hujan Masih Berpotensi hingga 25 Maret, Waspada Cuaca Ekstrem