Permen Karet Ternyata Bisa Percepat Pemulihan Ibu Pasca-Caesar

- Minggu, 18 Januari 2026 | 17:12 WIB
Permen Karet Ternyata Bisa Percepat Pemulihan Ibu Pasca-Caesar

Setelah menjalani operasi caesar, hal terakhir yang mungkin terpikir oleh seorang ibu baru adalah mengunyah permen karet. Tapi jangan salah, aktivitas sederhana ini ternyata punya manfaat yang cukup mengejutkan untuk pemulihan pasca-operasi. Kok bisa, ya?

Pasca melahirkan secara caesar, ada satu kondisi umum yang sering mengganggu: postoperative ileus. Intinya, usus seperti 'tidur' atau berhenti bergerak seperti biasa. Ini efek samping dari anestesi dan proses operasi itu sendiri. Akibatnya, perut terasa kembung, tidak nyaman, dan hal-hal sederhana seperti buang angin atau BAB jadi tertunda yang justru penting sebagai tanda sistem pencernaan kembali berfungsi.

Nah, di sinilah permen karet memainkan perannya. Menurut sejumlah penelitian, gerakan mengunyah itu seolah menipu tubuh. Aktivitas ini meniru sinyal bahwa kita sedang makan, padahal tidak ada makanan yang benar-benar masuk. Gerakan kunyahan itu merangsang saraf vagus dan memicu hormon pencernaan, yang pada akhirnya memberi 'isyarat' pada usus untuk segera bergerak kembali.

Bukti dari Riset: Pemulihan yang Lebih Cepat

Sebuah penelitian yang dimuat di PubMed Central pada 2016, melibatkan lebih dari 3.000 wanita pasca-caesar, memberikan gambaran yang cukup jelas. Kelompok yang mengunyah permen karet setelah operasi menunjukkan kemajuan pemulihan yang lebih cepat.

Angkanya cukup signifikan. Mereka bisa buang angin lebih cepat, rata-rata sekitar 7 jam. Bunyi usus pertanda sistem pencernaan mulai aktif kembali sekitar 3,6 jam lebih awal. Bahkan waktu untuk buang air besar pertama pun maju hampir 9 jam dibandingkan yang tidak mengunyah.

Yang penting, intervensi sederhana ini dilaporkan aman. Tidak ada efek samping serius yang tercatat. Intinya, ini cara yang murah dan mudah untuk membantu tubuh bangkit lebih cepat setelah melalui proses besar seperti persalinan caesar.

Lalu, Bagaimana Cara Kerjanya?

Secara mekanisme, mengunyah permen karet itu seperti menekan tombol 'start' untuk sistem pencernaan. Aktivitas ini memicu tiga hal utama:

  • Produksi air liur meningkat.
  • Refleks cephalic-vagal hubungan antara otak dan perut teraktivasi.
  • Sekresi hormon pencernaan pun ikut terpicu.

Kombinasi efek ini bekerja sama untuk 'membangunkan' usus yang masih 'tertidur' pasca-bedah. Hasilnya? Usus kembali aktif lebih cepat. Ibu merasa lebih nyaman, dan secara potensial, masa rawat inap di rumah sakit pun bisa dipersingkat. Cukup menarik untuk sebuah kebiasaan yang sering dianggap sepele, bukan?

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar