Menurutnya, gelombang bantuan keempat ini menegaskan komitmen Polda Riau untuk terus mendukung upaya pemulihan.
"Bencana bukan hanya tentang apa yang hilang hari ini, tetapi tentang bagaimana kita saling menopang untuk bangkit kembali. Dan Polda Riau akan terus menjadi bagian dari upaya pemulihan itu," tegasnya.
Selain peralatan, upaya penanganan bencana ini sudah berjalan cukup masif. Polda Riau telah mengerahkan 290 personel yang terdiri dari berbagai satuan Brimob, Samapta, Polair, hingga Tim K-9 dan Polwan. Tim medis dari Dokkes juga turun memberikan layanan kesehatan bagi korban.
Dukungan logistiknya pun tidak main-main. Enam truk besar sudah berangkat membawa sembako, air mineral, sampai pakaian dan selimut. Untuk Aceh saja, ada tambahan sekitar 10 ton bantuan. Sementara ke Sumatera Barat, Ditlantas mengirimkan ratusan kardus mi instan, beras, minyak goreng, pakaian layak pakai, bahkan pembalut wanita.
Lulusan Akpol 1996 ini juga menyebutkan adanya dukungan psikososial. Sebanyak 42 psikolog dan personel trauma healing diterjunkan. Dapur lapangan pun bekerja setiap hari menyediakan ribuan porsi makanan bagi pengungsi.
Di sisi lain, sarana prasarana penanganan bencana diperkuat dengan beberapa unit alat berat seperti bulldozer. Mereka juga menyiapkan water tank, toilet portabel, kontainer pendingin jenazah, hingga perangkat Starlink untuk menjaga komunikasi di lokasi bencana tetap tersambung.
Artikel Terkait
Tragedi Malam di Jonggol: Dua Pelajar Tewas Usai Tawuran yang Dipicu Obrolan WhatsApp
MK Tegaskan Jalan Buka bagi Polisi Aktif Duduki Jabatan Sipil
Sindikat Love Scam dari Tangerang Incar Warga Korea dengan Rekaman Intim
Kampus dan Kementerian HAM Kolaborasi, Tanam Nilai HAM Berbasis Budaya Papua