Sebelumnya, media Israel seperti KAN TV sudah lebih dulu memberitakan kematiannya. Mereka mengutip sumber keamanan yang menyebut Abu Shabab tewas dalam bentrokan antarsuku. Sementara i24, saluran televisi Israel lainnya, punya versi sedikit berbeda. Mereka melaporkan Abu Shabab sempat dilarikan untuk dirawat di Pusat Medis Soroka, Israel selatan, sebelum akhirnya meninggal dunia akibat luka tembak yang dideritanya.
Lelaki dari suku Bedouin di Rafah ini memang sosok yang tak bisa dipandang sebelah mata. Di tengah berkecamuknya perang lebih dari dua tahun terakhir, dia muncul sebagai pemimpin paling menonjol dari sejumlah kelompok kecil anti-Hamas di Gaza. Wilayah operasinya pun berada di Rafah, kota yang kini sepenuhnya dikuasai Israel.
Di sisi lain, bagi Hamas, kabar duka ini justru bisa jadi angin segar. Mereka sudah lama mencap Abu Shabab sebagai pengkhianat dan kolaborator. Bahkan, perintah untuk menangkap atau membunuhnya sudah pernah dikeluarkan. Dengan hilangnya sosok seperti Abu Shabab dari peta kekuatan, Hamas mungkin akan sedikit lebih leluasa bergerak.
Suasana di Gaza tetap mencekam. Setiap kabar kematian seorang pemimpin, apapun latarnya, selalu meninggalkan ruang kosong yang rentan diperebutkan. Apa yang terjadi selanjutnya? Tunggu saja perkembangan di lapangan.
Artikel Terkait
Program Makan Bergizi Ramadan: Waktu dan Jenis Menu Jadi Sorotan
Mahasiswa Gugat UU Cipta Kerja Lantaran Kuota Internet Langsung Hangus
Trump Klaim Capai Kesepakatan Fantastis Soal Greenland, Tapi Detailnya Masih Samar
31 Keluarga Bertahan di Antara Makam, Satpol PP Kirim Peringatan Kedua