Hingga kini, data yang berhasil dihimpun menunjukkan ada 43 cagar budaya yang terdampak. Rinciannya, 34 di Aceh, 7 di Sumatera Utara, dan 2 di Sumatera Barat. Beberapa nama yang cukup dikenal di antaranya Rumah Tjong A Fie di Medan, Situs Bukit Kerang, Kompleks Masjid Tengku Di Kila, Rumah Rasuna Said, serta Jalur Kereta Api Sawahlunto yang terkena banjir dan longsor.
Fadli pun mengajak masyarakat luas untuk turut mendukung upaya perlindungan warisan budaya ini. Ia menegaskan, pemantauan kondisi di tiga provinsi tersebut akan terus dilakukan.
“Kementerian Kebudayaan turut mendukung upaya-upaya mitigasi, terutama terkait aset-aset budaya seperti situs cagar budaya, artefak di museum, di rumah-rumah, dan lainnya. Kami sangat terbuka dan terus berkomunikasi dengan semua pihak untuk melakukan intervensi kebijakan yang diperlukan,” pungkas Menteri.
Dalam taklimat media itu, Fadli didampingi oleh sejumlah pejabat tinggi kementerian. Di antaranya Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha Djumaryo, serta para direktur jenderal, inspektur jenderal, staf ahli, dan staf khusus menteri.
Berikut adalah data awal per 4 Desember 2025 yang dihimpun dari Balai Pelestarian Kebudayaan setempat. Data ini masih mungkin diperbarui.
Cagar Budaya yang Terdampak
- Aceh: 34 objek
- Sumatra Utara: 7 objek
- Sumatera Barat: 2 objek
- Total: 43 objek
Dampak pada SDM Kebudayaan
Jumlah SDM di instansi/unit kebudayaan yang terdampak:
- Aceh: 1 orang
- Sumatera Utara: 71 orang
- Sumatera Barat: 0 (belum ada laporan)
- Total: 72 orang
Sementara itu, rincian untuk pegawai (termasuk PNS, PPPK, dan PPNPN di sektor pelestarian) yang terkena dampak berjumlah 26 orang.
Artikel Terkait
Israel Serang Hotel di Beirut, 4 Tewas dan 10 Luka
Kapolri Pastikan Satgas Bencana Siaga Penuh untuk Mudik 2026
Curah Hujan Ekstrem 264 mm Rendam 147 RT di Jakarta, Genangan Capai 1,7 Meter
Israel Serang Depot Minyak dan Fasilitas Nuklir Iran di Tehran, Ancaman Balasan Mengarah ke Haifa