Dampak dari serangan-serangan itu nyata. Setidaknya satu kali serangan berakibat fatal, menewaskan seorang prajurit AS. Kejadian-kejadian seperti inilah yang akhirnya menyadarkan Pentagon. Mereka butuh solusi drone yang lebih cepat, lebih lincah, baik untuk bertahan maupun menyerang.
Nah, di sinilah peran TFSS dirasa krusial. CENTCOM menyatakan satuan baru ini dirancang untuk segera memenuhi kebutuhan pasukan. Mereka akan dilengkapi dengan sistem nirawak canggih yang bisa menghadapi ancaman masa kini, bahkan ancaman baru yang mungkin muncul di kemudian hari.
Jadi, dengan adanya Scorpion Strike, AS sepertinya ingin mengubah permainan. Mereka tak lagi ingin hanya bereaksi, tapi lebih proaktif menghadapi dinamika konflik yang terus berubah.
Artikel Terkait
Sidang Perdana Kasus Sertifikasi K3: Mantan Wamen Noel dan 10 Terdakwa Lainnya Hadapi Dakwaan
Panggung Isra Mikraj Banyuwangi Berujung Polemik: Hiburan Usai Acara Dinilai Abaikan Kesakralan
Anggota DPR Desak Transparansi Penyelidikan Jatuhnya Pesawat KKP di Bulusaraung
Kobaran Api di Chili Selatan Tewaskan 15 Jiwa, Puluhan Ribu Warga Mengungsi