Komando Pusat AS, atau CENTCOM, baru saja mengumumkan pembentukan satuan tugas baru. Ini terjadi Rabu lalu, waktu setempat. Tugasnya spesifik: melancarkan serangan satu arah di kawasan Timur Tengah.
Nama satuan itu adalah Task Force Scorpion Strike (TFSS). Kabar ini muncul tak lama setelah Menteri Pertahanan Pete Hegseth menggelontorkan rencana ambisius. Rencananya, AS akan menghabiskan dana hingga US$1 miliar dalam dua tahun untuk program "drone dominance". Intinya, mereka ingin memproduksi ratusan ribu drone murah. Tujuannya jelas, mempertahankan keunggulan militer sekaligus menjawab ancaman drone lawan yang kian merajalela di berbagai medan tempur.
Latar belakang pembentukan satuan ini sebenarnya cukup panjang. Menurut sejumlah analisis, langkah ini adalah respons setelah ratusan serangan terjadi di era pemerintahan Joe Biden. Kala itu, milisi dan kelompok yang didukung Iran kerap menyerang posisi pasukan AS. Sasaran mereka tersebar, mulai dari Irak, Suriah, hingga wilayah lain di Timur Tengah.
Artikel Terkait
Sidang Perdana Kasus Sertifikasi K3: Mantan Wamen Noel dan 10 Terdakwa Lainnya Hadapi Dakwaan
Panggung Isra Mikraj Banyuwangi Berujung Polemik: Hiburan Usai Acara Dinilai Abaikan Kesakralan
Anggota DPR Desak Transparansi Penyelidikan Jatuhnya Pesawat KKP di Bulusaraung
Kobaran Api di Chili Selatan Tewaskan 15 Jiwa, Puluhan Ribu Warga Mengungsi