"China membayangi setiap kapal yang lewat," ujar Tsai, seperti dikutip dari AFP.
Lebih lanjut dia menjelaskan, "Mereka tak hanya mengerahkan aset angkatan laut untuk memantau, tapi kadang juga memobilisasi pesawat tempur. Serangan simulasi itu dilakukan sebagai penanda isyarat keras tentang kehadiran militer dan klaim dominasi mereka atas Selat Taiwan."
Jadi, situasinya seperti ini: setiap kapal asing yang melintas seolah diawasi ketat, bahkan dihadapkan pada latihan tempur di udara. Sebuah cara yang terang-terangan untuk menunjukkan siapa yang berkuasa, setidaknya menurut klaim Beijing. Sementara itu, lalu lintas kapal internasional tetap berjalan, di bawah bayang-bayang ketegangan yang nyaris tak pernah reda.
Artikel Terkait
Tim SAR Bersiap Hadang Cuaca untuk Evakuasi Korban dan Serpihan Pesawat di Gunung Bulusaraung
Proyek Lomba Santri Picu Kebakaran Gudang Rp 200 Juta di Pesantren Bogor
Tim SAR Bertahan di Puncak Bulusaraung, Evakuasi Korban Pesawat Terhambat Cuaca Ekstrem
Polisi Gerebek Barak Narkoba di Pinggir Rel, Pelaku Lempar Batu dan Tembak dengan Senapan Angin