Laporan intelijen dari Taiwan baru-baru ini mengungkap sebuah fakta yang cukup mengusik. Ternyata, pesawat militer China kerap melakukan apa yang mereka sebut "serangan simulasi" terhadap kapal perang asing di Selat Taiwan. Perairan sempit ini memang selalu jadi titik panas, memisahkan Taipei dengan Beijing.
Nah, posisi China soal ini jelas dan sudah sering disuarakan. Mereka bersikeras bahwa Taiwan adalah bagian tak terpisahkan dari wilayahnya. Karena itu, klaim yurisdiksi atas selat itu pun mereka anggap sah. Di sisi lain, pandangan negara-negara seperti Amerika Serikat dan Inggris sangat berbeda. Bagi mereka, selat ini adalah perairan internasional yang harus terbuka untuk semua kapal, tanpa terkecuali.
Menurut sejumlah saksi dan laporan, ketegangan ini bukan cuma di atas kertas. Tsai Ming-yen, Direktur Jenderal Biro Keamanan Nasional Taiwan, memberikan penjelasan rinci kepada parlemen. Dia menyebut setidaknya delapan negara AS, Jepang, Australia, dan Prancis termasuk di dalamnya telah melintaskan kapal perang mereka di selat itu sepanjang tahun ini.
Dan respons China? Bisa dibilang sangat intens.
Artikel Terkait
Video Doa Trump Bersama Pendeta di Ruang Oval Viral di Tengah Ketegangan AS-Israel-Iran
Safari Ramadan NasDem Bawa Pengobatan Gratis dan Sembako ke Korban Bencana Majenang
Empat Aktivis Dinyatakan Bebas Murni dalam Kasus Dugaan Penghasutan
Britney Spears Ditahan dan Didakwa Setelah Tertangkap Malam Berkendara Diduga Mabuk