Mars Ega kemudian menjabarkan filosofi perusahaan dalam menghadapi situasi sulit.
“Pertamina dalam melaksanakan operasionalnya memiliki prioritas sesuai kaidah HSSE di mana prioritas pertama adalah manusianya (people), di mana pekerja dan keluarga juga bagian dari Pertamina,” jelasnya.
“Mereka mengemban tugas dalam kondisi apapun untuk tetap mendistribusikan energi, pekerja kami tetap di lapangan bertugas walaupun keluarganya juga terdampak.”
Di akhir penjelasannya, dia menegaskan kembali komitmen pendampingan jangka panjang.
“Kami ingin memastikan bahwa seluruh pekerja dan keluarga yang terdampak banjir mendapatkan dukungan yang memadai, baik untuk kebutuhan jangka pendek maupun pemulihan ke depan. Pertamina Patra Niaga memastikan setiap Perwira dan keluarga tetap mendapatkan perlindungan, perhatian, dan pendampingan penuh,” pungkas Mars Ega.
Artikel Terkait
DPR Desak Pemerintah Tingkatkan Ketahanan Energi dan Pangan Jelang Eskalasi Timur Tengah
Gubernur DKI Umumkan Rencana Pembangunan Museum Peranakan Tionghoa di Glodok
Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 3 Ton Sisik Trenggiling Senilai Rp183 Miliar di Tanjung Priok
Polda Metro Jaya Gunakan Peci, Jilbab, dan Tim Shalawat untuk Amankan Aksi di Ramadan