Di Bandung, Senin lalu, suasana di sebuah workshop untuk kepala sekolah SMK tiba-tiba berubah serius. Muhaimin Iskandar, atau yang akrab disapa Cak Imin, tak hanya bicara soal globalisasi pendidikan. Menko Pemberdayaan Masyarakat itu justru menyelipkan pesan keras, terutama untuk tiga koleganya di kabinet.
Ia mengajak Menteri Kehutanan, Menteri ESDM, dan Menteri Lingkungan Hidup untuk "taubatan nasuha". Istilah dari kalangan Nahdlatul Ulama ini ia sebut sebagai bentuk penyesalan mendalam. Ajakan itu bukan tanpa alasan. Menurut Cak Imin, ini adalah respons langsung setelah bencana banjir dan tanah longsor yang menghantam Aceh, Sumut, dan Sumbar baru-baru ini.
"Hari ini saya berkirim surat, Menteri Kehutanan, Menteri ESDM, Menteri Lingkungan Hidup, untuk sama-sama evaluasi total seluruh kebijakan, policy, dan langkah-langkah kita," ujarnya.
"Sebagai wujud komitmen dan kesungguhan kita sebagai pemerintah. Bahasa NU-nya taubatan nasuha."
Memang, siklon tropis disebut sebagai pemicu bencana. Tapi belakangan, banyak yang menuding ada faktor lain. Sorotan publik mengerucut pada kayu gelondongan yang membanjiri sungai diduga kuat berasal dari aktivitas penggundulan hutan. Cak Imin sendiri terlihat emosional.
"Kiamat bukan sudah dekat, kiamat sudah terjadi, akibat kelalaian kita sendiri," tambahnya. "Semoga yang sedang mengalami musibah segera mendapatkan bantuan, keluarga, dan kesabaran selalu menyertai kita semua. Amin ya rabbal alamin."
Artikel Terkait
Davos Bergemuruh: Trump dan Dunia yang Retak di Panggung Elite Global
Kopi Subang Tembus Aljazair, Koperasi GLB Buktikan Daya Saing Global
Polisi Siaga Penuh di Titik Rawan Macet Pekanbaru Selama Libur Panjang
Delegasi AS ke Denmark: Kunjungan Damai Usai Polemik Pembelian Greenland