Tapi, manuver di udara seperti ini jelas bukan perkara mudah. Risikonya besar kalau koordinasi lemah.
Pilot C-130J Super Hercules, Letkol Pnb Galuh Yudi, mengungkapkan kerumitannya.
"Pada saat penerjunan, koordinasi dan komunikasi antar pesawat menjadi hal yang sangat krusial. Jika tidak dilakukan, potensi bahaya sangat besar. Karena itu kami menyiapkan satu frekuensi khusus yang memungkinkan komunikasi langsung antar pesawat selama berada di udara," papar Galuh.
Operasi terpadu ini adalah bentuk nyata dukungan TNI dalam penanganan bencana. Dengan segala keterbatasan medan, langit menjadi harapan baru untuk mengantarkan bantuan secepat mungkin ke tangan warga yang membutuhkan.
Artikel Terkait
Polda Sumsel Ringkus Tiga Pengedar Sabu di Palembang dan Lubuk Linggau dalam Kurang dari Sehari
Mitos Larangan Mandi hingga Vaksin, Ini 7 Fakta Campak yang Perlu Diluruskan
Pengadilan Tinggi Jakarta Perberat Vonis Jimmy Marsin Jadi 10 Tahun Penjara
Bus Bandara Blok M-Soetta Resmi Beroperasi, Tarif Promo Rp3.500 Tiga Bulan