Malam Sabtu di Pekanbaru kemarin (21/2/2026) tak seperti biasanya. Alih-alih lengang, sebuah ruas jalan justru dipadati ratusan anak muda. Ternyata, Polda Riau lagi ngadain balap lari 100 meter. Uniknya, ini bagian dari upaya mereka mencegah balap liar selama Ramadan tahun ini.
Gagasannya datang dari Ditlantas Polda Riau. Daripada cuma menangkapi atau menghardik, mereka memilih cara yang lebih humanis: mewadahi. Tujuannya jelas, mengalihkan energi dan hobi kaum muda ke kegiatan yang positif. Mereka mengusung tema 'Badan Sehat, Jiwa Kuat' sebagai semangat utamanya.
Kapolda Riau, Irjen Herry Heryawan, hadir langsung di tengah kerumunan. Bagi dia, ini bukan sekadar lomba lari biasa.
"Ini manifestasi kecintaan kita pada lingkungan dan kesehatan jiwa raga pemuda di Bumi Lancang Kuning," ujarnya.
Herry menjelaskan, kepolisian ingin benar-benar hadir memberi solusi. Bukan sekadar menegur. Mereka ingin mengakomodir energi muda yang kerap tersalurkan ke hal-hal kurang bermanfaat, seperti balap liar atau kegiatan geng motor.
"Kita satukan dalam satu tema besar: cinta kepada alam lingkungan dan tentang kesehatan," tambah Irjen Herry dalam keterangannya, Minggu (22/2/2026).
Rencananya, kegiatan serupa akan digelar tiap malam sepanjang Ramadan. Sang Kapolda pun menyampaikan apresiasinya.
"Saya ucapkan terima kasih pada muda-mudi Kota Pekanbaru dan panitia. Antusiasme tinggi dan pelaksanaan yang tertib ini menunjukkan kesantunan generasi muda kita. Ini ajang mempererat silaturahmi juga," tuturnya.
Di sisi lain, Dirlantas Polda Riau, Kombes Pol Jeki Rahmat Mustika, punya penjelasan lebih teknis. Kegiatan ini sengaja dirancang untuk mengubah energi negatif jadi sesuatu yang bermanfaat.
"Kami ingin menghadirkan ruang positif untuk menyalurkan hobi. Dengan lomba lari ini, anak muda bisa tunjukkan prestasi, sekaligus kita bersama-sama jaga ketertiban di jalan raya," kata Kombes Jeki.
Dengan menggelarnya di malam hari di pusat kota, mereka berharap ini jadi alternatif hiburan yang sehat. Sekaligus bukti bahwa kamtibmas bisa dibangun lewat interaksi santai dan kompetisi sportif.
"Badan sehat, jiwa kuat. Kami ajak semua komunitas lari di Pekanbaru untuk ramaikan ini. Mari bangun budaya hidup sehat," ajaknya.
Harapannya sih sederhana. Lewat lomba lari 100 meter ini, anak muda bisa unjuk gigi dengan prestasi dan sportivitas. Sementara itu, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat pun tetap terjaga dengan cara yang lebih cair dan diterima.
Tak cuma soal menang atau kalah. Acara ini juga dimaksudkan sebagai momentum untuk membangun budaya hidup sehat. Buat yang juara, sudah disiapkan hadiah menarik plus uang pembinaan sebagai bentuk apresiasi. Semua berjalan lancar, dan suasana malam Ramadan pun terasa lebih hidup.
Artikel Terkait
Pegawai BUMN dan ASN Digerebek Istri di Hotel Tuban Saat Ramadan
Polisi Selidiki Pencurian Motor Berani di Sore Bolong Jagakarsa
Indonesia dan AS Tandatangani Perjanjian Dagang Bilateral, Tarif 32% Ditekan Jadi 19%
Warga Teheran Bersiap Hadapi Eskalasi Konflik di Tengah Ultimatum AS-Iran