Di tengah rapat itu, Trump juga menyasar politisi lain: Ilhan Omar, anggota kongres Demokrat dari Minnesota yang memang berdarah Somalia.
"Ilhan Omar itu sampah. Teman-temannya itu sampah," serangnya tanpa ampun.
"Biarkan mereka kembali ke tempat asal mereka dan memperbaikinya."
Pernyataan-pernyataan ini bukan cuma omong kosong. Buktinya, pekan lalu Trump resmi mencabut perlindungan dari deportasi bagi warga Somalia. Kebijakan yang sudah berjalan sejak 1991 itu diakhiri begitu saja.
Di sisi lain, skandal di Minnesota masih terus diselidiki. Jaksa penuntut umum menduga ada sejumlah kelompok yang memanfaatkan program bantuan makan anak selama pandemi untuk mencuri uang pajak. Kasus ini jadi rumit karena Minnesota dikenal sebagai negara bagian yang ramah pengungsi dan punya komunitas Somalia-Amerika yang besar.
Nuansa politiknya pun kental. Gubernur Minnesota, Tim Walz, adalah seorang Demokrat yang pernah maju sebagai calon wakil presiden. Skandal ini tentu jadi bumerang yang menyakitkan bagi partainya.
Artikel Terkait
Pembina Pramuka di Bekasi Jadi Tersangka Dugaan Persetubuhan dengan Siswi
Kemenag Mulai Cairkan Tunjangan Profesi Guru Madrasah Secara Bertahap
Prabowo Bahas Peran Indonesia di Panggung Perdamaian Global dengan Ulama dan Ormas Islam
Bank Mandiri dan BNI Sediakan Setor-Tarik Pecahan Kecil via ATM Jelang Ramadan 2026