Narasi yang menyebar di media sosial belakangan ini cukup kencang: bencana alam di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara disebut-sebut sebagai akibat langsung dari pembalakan liar. Namun, publik diminta untuk tidak terburu-buru menarik kesimpulan.
Peringatan itu datang dari Sekretaris Fraksi Partai Golkar MPR RI, Ferdiansyah. Menurutnya, menyalahkan satu faktor tunggal dalam hal ini pembalakan liar adalah langkah yang terlalu simplistis.
"Kita harus melihat dari seluruh aspek," tegas Ferdiansyah.
"Jadi jangan langsung memvonis bahwa bencana alam di Sumatera ini hanya disebabkan satu faktor saja. Harus didalami apakah hanya karena persoalan lingkungan atau ada aspek lainnya, termasuk pemahaman masyarakat terhadap pentingnya alih fungsi hutan yang harus dilakukan secara hati-hati."
Pernyataannya itu disampaikan pada Selasa (2/12/2025), menyusul Lokakarya Fraksi Partai Golkar yang digelar sehari sebelumnya di Kuta, Bali.
Di sisi lain, Ferdiansyah mengakui bahwa persoalan lingkungan adalah tanggung jawab kolektif. Butuh kesamaan pandangan antara pemerintah dan warga. Ia menekankan, membangun kesadaran bersama itu perlu langkah-langkah yang jelas dan terukur, tidak bisa instan.
Soal peran pemerintah pusat, Fraksi Golkar menyatakan dukungan penuh. Termasuk untuk program Astacita yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto, khususnya yang menyentuh isu perlindungan lingkungan dan mitigasi bencana.
Artikel Terkait
Kobaran Api di Chili Selatan Tewaskan 15 Jiwa, Puluhan Ribu Warga Mengungsi
Pajero Ugal-ugalan Tabrak Pemotor, Berakhir di Pagar Mapolda Jambi
Pezeshkian Peringatkan AS: Serang Pemimpin Tertinggi Iran Berarti Perang Total
Tim SAR Bersiap Hadang Cuaca untuk Evakuasi Korban dan Serpihan Pesawat di Gunung Bulusaraung