Lantas, mengapa Uus yang terpilih? Pramono punya alasan sendiri. Ia butuh seorang administrator yang ulung, dan rekam jejak Uus dianggap memenuhi kriteria itu. Gubernur dengan tegas membantah ada permainan atau lobi di balik penunjukan ini.
“Saya membutuhkan administrator yang ulung. Tidak ada lobi yang memengaruhi keputusan ini. Saya percaya Pak Uus bisa bekerja sama dengan saya dan Wagub,” tegasnya.
Ada yang bilang prosesnya berjalan senyap. Pramono menepis anggapan itu. Menurutnya, seleksi tetap berjalan normal, dimulai dari sepuluh nama yang kemudian menyusut jadi tiga. Kombinasi antara seleksi terbuka dan manajemen talenta, katanya, tetap dipakai.
“Prosesnya berjalan penuh, hanya saja saya tidak ingin terlalu heboh. Yang penting memilih yang terbaik,” tutur Pramono, menutup pembicaraan.
Artikel Terkait
Gelombang WNI di Kamboja Surut, Proses Repatriasi Masih Berjalan
Jakarta Pagi Ini: Tol Utama Mampet, Perjalanan Komuter Tambah Panjang
Erangan Tengah Malam: Misteri Kematian Selebgram Lula Lahfah di Apartemen Mewah
Korlantas Genjot Pengawasan Jalan, 95% Tilang Bakal Pakai ETLE dan Drone