Momentum ini jelas punya arti lebih bagi warga Banjar Geria. Di satu sisi, ia mempererat kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat adat. Prawartaka Karya, Ida Bagus Gede Surya Darma, pun mengungkapkan rasa terima kasihnya.
"Terima kasih kepada Bapak Wabup yang di tengah kesibukannya sudah meluangkan waktu untuk hadir serta ikut mendoakan kelancaran kegiatan Karya ini," tuturnya.
Ia pun menegaskan, krama siap terus bersinergi mendukung program pembangunan dan kegiatan sosial-budaya.
Pada akhirnya, rangkaian karya adat seperti ini adalah napas kehidupan tradisi Bali. Ia tetap relevan, tetap hidup. Lebih dari sekadar urusan spiritual, kegiatan semacam ini menguatkan ikatan komunitas, menghidupkan nilai kebersamaan, dan yang terpenting: memastikan warisan tak ternilai ini bisa dinikmati anak cucu kelak.
Artikel Terkait
Rudal Iran Guncang Tel Aviv, Bangunan Rusak tapi Tak Ada Korban Jiwa
Organisasi Kepemudaan Golkar dan UMNO Malaysia Perkuat Kerja Sama, Respons Ketegangan Timur Tengah
Komisi III DPR Gelar RDPU Kasus Nabilah Obrien, Korban Laporan yang Jadi Tersangka
Wakil Ketua MPR: Ketergantungan Migas RI pada Timur Tengah Hanya 20 Persen