Yang penting ditekankan, menurutnya, tidak ada unsur kekerasan atau paksaan sama sekali dalam peristiwa itu. Keadaannya justru berakhir kondusif. "Rata-rata ibu-ibu," katanya memberi gambaran. Bahkan ia menambahkan, ada video yang bisa diakses yang membuktikan hal tersebut. Memang gudang jadi kosong, tapi situasinya bisa dikendalikan.
Di sisi lain, Suharyanto meminta warga tenang dan tidak gelisah soal stok beras. Bantuan sudah dalam perjalanan.
"Saya sudah berkoordinasi dengan Kabulog," jelasnya. "Besok sore, karena besok pagi sudah berangkat kapal Angkatan Laut berserta logistik lain satu kapal isinya 100 ton logistik."
Isi kapal bantuan itu cukup lengkap. Mulai dari beras, Indomie, toilet portable, alat penjernih air, hingga mobil dapur umum. Semuanya dijadwalkan masuk besok.
Dengan masuknya bantuan logistik melalui laut ini, diharapkan kegelisahan warga di Sibolga dan Tapanuli Tengah yang sempat terisolir bisa berangsur pulih. Harapannya, keadaan perlahan-lahan kembali normal.
Artikel Terkait
Pencarian Kerang Berujung Mencekam, Tiga Remaja Temukan Granat di Sungai Parung
Mantan Gubernur Maluku Said Assagaff Wafat, Airlangga Kenang Sosok Pejuang Keras
390 Personel Polda Riau Diterjunkan ke Titik Terparah Bencana Agam
12 Desa di Tapanuli Utara Masih Terisolasi, Bupati Minta Bantuan Udara