Rekaman Suara Bocah Ungkap Nasib Alvaro, Pelaku Ternyata Ayah Tiri

- Rabu, 26 November 2025 | 14:15 WIB
Rekaman Suara Bocah Ungkap Nasib Alvaro, Pelaku Ternyata Ayah Tiri

Muhammad Reza (46) datang membawa bukti. Ia mendatangi kantor polisi dengan rekaman percakapan yang ia klaim berisi petunjuk tentang nasib Alvaro Kiano Nugroho (6), bocah yang hilang sejak delapan bulan lalu. Menurutnya, rekaman itu ia dapatkan dari percakapan dengan asisten rumah tangga dan anak-anaknya.

"Saya membawa rekaman pembicaraan saya dengan ART, sama anak-anaknya yang diceritakan," ujar Reza, Rabu (26/11/2025).

Kala itu, Alvaro masih belum ditemukan. Reza merasa ia harus bertindak. Bukti yang ia bawa berupa rekaman suara dan keterangan saksi lalu ia laporkan ke Polsek Pesanggrahan. Ia mengaku sempat ragu dan takut. Tapi rasa iba akhirnya mengalahkan semuanya.

"Jadi sebenarnya, kita sudah tahu dari September. Cuma saya baru punya keberanian untuk melaporkan karena masih takut dan saya nggak "ngerti" detailnya," tuturnya.

Memang, awalnya ia cuma tahu sekilas. Ia belum paham betul kronologi atau inti kasusnya. Tapi perlahan, ia kumpulkan informasi. Hingga akhirnya, ia memutuskan untuk maju.

Di sisi lain, laporannya ternyata membuahkan hasil. Polisi kemudian menindaklanjuti dan berhasil menangkap Alex Iskandar (49), ayah tiri Alvaro yang diduga sebagai pelaku. Tak hanya itu, dari pengembangan penyelidikan, polisi mendapat petunjuk bahwa jenazah Alvaro dikubur di kawasan Sungai Cilalay, Tenjo, Kabupaten Bogor.

"Ya, dari bukti-bukti kecil itu terungkap siapa pelakunya dan jenazah di mana," kata Reza singkat.

Lalu, bagaimana cerita ini bermula? Reza mengaku pertama kali mendengar kabar itu dari N, anak asisten rumah tangganya. N sendiri dapat cerita dari seorang remaja yang ternyata keponakan dari ayah tiri Alvaro.

Remaja itu, yang disebut sebagai I, lalu bercerita pada ibunya bahwa ada teman sekolahnya yang tahu soal pembunuhan itu. Menariknya, Reza menyebut tak ada ancaman berarti. Soalnya, I dan keponakan pelaku itu ternyata sudah berteman baik.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar