Kunjungan terakhirnya ke Ibu Kota Nusantara (IKN) pada 2024 masih membekas. Kini, Ketua MPR RI Ahmad Muzani kembali berdiri di lokasi yang sama, dan ia tak bisa menyembunyikan kekagumannya. Perkembangannya, menurutnya, luar biasa pesat.
"Hari ini kami dari pimpinan MPR berkunjung ke sini," ujar Muzani dalam keterangan tertulisnya, Senin (21/4/2026).
Ia mengungkapkan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, yang telah memaparkan segala perkembangan secara detail. "Kami berterima kasih atas penjelasan yang sangat komprehensif itu," sambungnya.
Bagi Muzani, yang ia saksikan bukan lagi sekadar rencana di atas kertas. Infrastruktur penunjang sudah benar-benar menjulang. Mulai dari kantor otorita, tempat ibadah, hingga Istana Wakil Presiden dan bandara. Semuanya dibangun dengan tempo yang mengesankan. Fasilitas-fasilitas ini, tak bisa dipungkiri, adalah tulang punggung bagi sebuah ibu kota pemerintahan yang baru.
Di sisi lain, ada kabar menggembirakan dari kawasan lain. Rencana pembangunan kompleks untuk legislatif dan yudikatif ternyata sudah dapat lampu hijau dari Presiden. Artinya, proses pembangunannya akan segera dimulai. Hal ini semakin mengukuhkan visi IKN bukan sekadar sebagai pusat eksekutif, melainkan pemerintahan yang utuh dan lengkap.
"Artinya rencana IKN menjadi ibu kota negara dengan pusat pemerintahan yang lengkap semakin pasti," tegas Muzani.
Target 2028 untuk memfungsikan IKN sebagai ibu kota negara pun terasa semakin nyata. Muzani melihat pola pemindahannya dilakukan secara bertahap dan terukur. Bukan cuma fisik bangunannya, tapi juga kesiapan sumber daya manusianya. "Pemindahan dilakukan pelan tapi pasti. Itu menunjukkan adanya perencanaan yang matang," katanya memberi penilaian.
Soal pendanaan, ia memastikan dukungan anggaran sudah disetujui dan diharapkan bisa mengimbangi laju pembangunan yang kian deras. Ia juga menyentuh rencana hunian untuk sekitar 732 anggota MPR, baik berupa apartemen maupun tanah tapak. Desainnya sendiri sudah mendapat persetujuan dari Presiden.
"Saya kira gedungnya sangat membanggakan," ucap Muzani dengan nada antusias. "Benar-benar mencerminkan arsitektur ketatanegaraan Indonesia."
Menutup penjelasannya, Muzani menyimpulkan progres IKN dengan tiga kata singkat yang penuh makna.
"Satu kata: megah, mewah, membanggakan."
Artikel Terkait
BPK Ungkap Upaya Penyelamatan Keuangan Negara Capai Rp42,87 Triliun
Wamenkum HAM: UU KUHP Baru Utamakan Hukuman Non-Penjara untuk Hindari Stigma
Inspirasi Caption Media Sosial untuk Semarakkan Peringatan Hari Kartini 2026
Pengendara Motor Tewas dalam Kecelakaan Tunggal di Megamendung