MURIANETWORK.COM - Memasuki hari keempat setelah ambruknya bangunan musala di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Kecamatan Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, tim SAR gabungan mulai mengerahkan alat berat. Upaya ini dilakukan, untuk mempercepat proses evakuasi korban yang masih tertimbun puing-puing bangunan.
Langkah ini diambil setelah 72 jam pertama atau masa golden time berlalu dan tidak lagi terdeteksi tanda-tanda kehidupan dari bawah reruntuhan.
Penggunaan alat berat telah mendapat persetujuan resmi dari keluarga korban, yang sebelumnya telah diajak berdialog intensif oleh pemerintah dan tim penyelamat.
Artikel Terkait
Jaringan Gelap The True Crime Community Racuni 70 Anak Indonesia dengan Ideologi Ekstrem
MUI Soroti Pasal KUHP Baru yang Dinilai Ancang-ancang Kriminalisasi Nikah Siri
Kuasa Hukum Hellyana Tantang Dasar Laporan Ijazah Palsu: Mana Kerugian Nyata Pelapor?
Parkir Murah di Luar Stasiun Bekasi Tetap Jadi Andalan, Meski Tarif Mulai Merangkak Naik