Gencatan senjata kembali pecah. Israel melancarkan serangan baru di Gaza, dan korban jiwa pun bertambah. Setidaknya 12 orang dilaporkan tewas dalam aksi kekerasan terbaru ini.
Padahal, gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat itu sebenarnya sudah memasuki fase kedua sejak sebulan lalu. Namun begitu, situasi di lapangan sama sekali tidak tenang. Kekerasan justru terus berlanjut, dan serangan-serangan masih terjadi di wilayah Palestina.
Menurut laporan dari badan pertahanan sipil setempat yang beroperasi sebagai tim penyelamat di bawah otoritas Hamas serangan Israel kali ini menyasar beberapa titik. Salah satu serangan menghantam sebuah tenda pengungsi di wilayah utara Gaza. Di sisi lain, area di selatan juga menjadi target.
Di Jabalia, utara Gaza, suasana pagi langsung berubah jadi chaos. Serangan udara tiba-tiba mengguncang tenda pengungsi. Akibatnya, lima orang meninggal dunia dan sejumlah lainnya mengalami luka-luka.
Tragedi serupa terjadi hampir berbarengan di selatan. Tepatnya di kota Khan Yunis, serangan terpisah di pagi hari itu juga menewaskan lima orang. Korban luka-luka kembali berjatuhan.
Badan Pertahanan Sipil Gaza juga menyebutkan insiden lain. Di Kota Gaza, satu orang tewas akibat tembakan yang dilancarkan pasukan Israel. Kejadian serupa terjadi di Beit Lahia, wilayah utara, di mana satu nyawa lagi melayang karena tembakan yang sama.
Situasinya memang mencekam. Gencatan senjata yang diharapkan bisa meredakan tensi, pada kenyataannya, seperti tak berarti apa-apa. Korban dari warga sipil terus berjatuhan, dan ketegangan seakan tak pernah benar-benar reda.
Artikel Terkait
PKK Nagan Raya Gelar Trauma Healing untuk 309 Siswa Korban Banjir Bandang
BMKG Siagakan Sebagian Jakarta dan Sekitarnya Hadapi Hujan Lebat 16-19 Februari
Ahli Ingatkan Bahaya Konsumsi Lemak Jenuh Berlebih bagi Jantung dan Metabolisme
Tembok SMPN 182 Jakarta Roboh, Sudah Ada Peringatan Kondisi Miring