Menurutnya, besar kemungkinan Wali Kota Farhan sama sekali tidak tahu bahwa ada siswa yang dimobilisasi untuk menyambutnya.
Gufron menduga ada miskomunikasi internal di tingkat kelurahan atau pihak lain yang menyebabkan siswa SD diminta menunggu begitu lama.
Ia menegaskan, biasanya jika Farhan memang diagendakan datang, pasti tepat waktu. Tidak mungkin ada kejadian menunggu dari pagi hingga siang.
Insiden ini pun jadi pelajaran terutama soal koordinasi dan komunikasi antar pihak, agar kejadian serupa tak terulang lagi.
Artikel Terkait
Perundingan AS-Iran di Islamabad Buntu, Nasib Gencatan Senjata Dipertanyakan
Ayah Tunanetra di Boyolali Hidupi Anak dari Jualan Cilok, Anak Kedua Dapat Sekolah Gratis
Higgs Games Indonesia Gelar Turnamen Domino Rp200 Juta di Surabaya 2026
Pria Tak Dikenal Ditemukan Tewas dengan Luka Leher di Sungai Mrican Jombang