Menurutnya, besar kemungkinan Wali Kota Farhan sama sekali tidak tahu bahwa ada siswa yang dimobilisasi untuk menyambutnya.
Gufron menduga ada miskomunikasi internal di tingkat kelurahan atau pihak lain yang menyebabkan siswa SD diminta menunggu begitu lama.
Ia menegaskan, biasanya jika Farhan memang diagendakan datang, pasti tepat waktu. Tidak mungkin ada kejadian menunggu dari pagi hingga siang.
Insiden ini pun jadi pelajaran terutama soal koordinasi dan komunikasi antar pihak, agar kejadian serupa tak terulang lagi.
Artikel Terkait
AHY Bagikan Sembako ke Jemaat Gereja, Dana dari Lelang Lukisan SBY
Pemerintah Tetapkan 16 Hari Libur Nasional dan 6 Cuti Bersama untuk Tahun 2026
Polisi Padang Tangkap Spesialis Bobol Rumah Usai Curi Ponsel Senilai Rp18 Juta
Dua Nelayan Karimun yang Terseret Arus ke Malaysia Berhasil Dievakuasi Tim SAR