Menurutnya, besar kemungkinan Wali Kota Farhan sama sekali tidak tahu bahwa ada siswa yang dimobilisasi untuk menyambutnya.
Gufron menduga ada miskomunikasi internal di tingkat kelurahan atau pihak lain yang menyebabkan siswa SD diminta menunggu begitu lama.
Ia menegaskan, biasanya jika Farhan memang diagendakan datang, pasti tepat waktu. Tidak mungkin ada kejadian menunggu dari pagi hingga siang.
Insiden ini pun jadi pelajaran terutama soal koordinasi dan komunikasi antar pihak, agar kejadian serupa tak terulang lagi.
Artikel Terkait
Suap Pajak Rp75 Miliar, DJP Minta Maaf ke Publik
Dua Maling Motor Tembak Warga di Palmerah Akhirnya Diciduk Polisi
All In Rp23 Miliar, Utang Pajak Rp75 Miliar Anjlok Drastis
PSI Gelar Rakernas di Makassar, Janjikan Kejutan Tokoh Baru