Namun begitu, daftar korban tidak berhenti di sana. Luka-luka diderita oleh 37 orang, sementara tiga lainnya masih dinyatakan hilang di Tapanuli Selatan. Untuk Tapanuli Tengah, proses pendataan korban masih terus dilakukan.
Kerusakan infrastruktur pun sangat masif. Di Tapanuli Selatan saja, 330 unit rumah rusak dengan rincian mengerikan: 12 rusak berat, 6 rusak sedang, dan 312 lainnya rusak ringan. Satu unit sekolah juga ikut menjadi korban.
Di sisi lain, Mandailing Natal menghadapi krisis pengungsian yang serius. Sebanyak 561 kepala keluarga atau setara dengan 2.244 jiwa terpaksa mengungsi. Tidak hanya itu, 13 rumah hancur, satu sekolah rusak, dan 85 hektare lahan pertanian warga terendam banjir, menghancurkan harapan panen.
Sementara di Tapanuli Utara, 19 kepala keluarga terpaksa tidur di tempat pengungsian. Lima rumah rusak berat, 64 lainnya rusak ringan. Empat ruas jalan rusak parah dan satu jembatan putus, memutus akses transportasi.
Sri Wahyuni menambahkan gambaran suram dari wilayah lainnya.
"Kalau di Nias Selatan satu rumah rusak berat, dan satu ruas jalan terganggu. Di Padangsidimpuan satu korban dinyatakan hilang, dan 220 jiwa tinggal di pengungsian,"
Artikel Terkait
Jasa Raharja Klaim Tak Ada Tunggakan Klaim Kecelakaan Arus Mudik Lebaran 2026
Depok Rencanakan Pembangunan Pabrik Pengolahan Sampah 1.000 Ton per Hari di TPA Cipayung
Samsat Pandeglang Razia dan Ancang Door to Door untuk Penunggak Pajak Kendaraan
Pendaftaran SMA Unggul Garuda Baru Diperpanjang hingga 7 Maret 2026