Geliat pembangunan ekonomi desa kian terasa. Asosiasi Pelaku Usaha Desa Seluruh Indonesia atau APUDSI, misalnya, terus melakukan konsolidasi ke berbagai wilayah. Mereka gencar membentuk Koordinator Wilayah dan Majelis Kesejahteraan Daerah (MKD). Tujuannya jelas: menciptakan sebuah ekosistem yang solid sekaligus menjadi wadah pemberdayaan bagi para pengusaha desa. Dengan begitu, perekonomian desa diharapkan bisa terdongkrak lebih tinggi lagi.
Menurut Wakil Ketua Umum MKN Bidang OKK, Irfan Asyhari, respons yang diterima sangat positif. Para pelaku usaha di daerah ternyata sangat antusias menyambut kehadiran APUDSI. Mereka melihat ini sebagai peluang emas untuk membangun desa yang lebih maju dan berkelanjutan.
"Isu 'back to village' sekarang lagi tren banget, dan ini momentum yang tepat untuk membangkitkan semangat para penggiat usaha di desa," ujar Irfan dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (22/11/2025).
Ia menambahkan, "Kami pun langsung bergerak, berkomunikasi dengan para Pimpinan Daerah untuk memaparkan visi dan keberadaan APUDSI. Alhamdulillah, prosesnya berjalan lancar. Pembentukan Korwil dan MKD dalam waktu singkat sudah mencapai 80%."
Di sisi lain, Ketua Umum APUDSI Maulidan Isbar menyoroti soal daya saing. Pihaknya berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas produk desa dan membuka akses pasar seluas-luasnya. Tidak hanya itu, mereka juga akan mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di perdesaan lewat penyediaan akses pembiayaan kredit dan investasi.
"APUDSI akan menjadi rumah. Tempat terciptanya kolaborasi di sektor UMKM bagi para pengusaha desa. Kami punya komitmen kuat untuk membentuk ekosistem yang membangun Indonesia, dimulai dari desa," papar Maulidan.
Ia juga menjelaskan bahwa asosiasi ini berdiri di atas tiga pilar utama: berdaya, sejahtera, dan bermanfaat. Harapannya, pelaku usaha desa bisa mandiri dan sejahtera. Untuk mewujudkannya, APUDSI pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut serta dalam membangun desa.
Video Terkait: Upaya Memperkuat Ekonomi dari Desa
Artikel Terkait
OSO Bela Pemberian Jet Pribadi ke Menag: Tak Ada Hubungan dengan Dinas
KPK Siapkan Jawaban atas Praperadilan Mantan Menag Yaqut
Kecelakaan Dua Bus Transjakarta Koridor 13 Lukai 23 Penumpang
Kurma di Bulan Ramadan: Manfaat Gizi di Balik Tradisi Berbuka