"Setiap pohon yang kita tanam hari ini adalah warisan ekologis. Manfaatnya sangat besar, mulai dari mencegah banjir, menyerap karbon, sampai menjaga kestabilan tanah. Ini investasi jangka panjang untuk masa depan anak cucu kita," jelasnya dengan penuh keyakinan.
Sejalan dengan momentum Hari Pohon Nasional, Polda Riau berharap gerakan baru ini bisa membangun kesadaran kolektif di masyarakat. Kesadaran bahwa pohon adalah nyawa untuk kehidupan di masa datang.
"Kami sudah mulai gerakan penanaman ini di seluruh jajaran sejak tanggal 10 November. Dan hari ini, 21 November, adalah puncaknya. Target kita 21.000 pohon," urainya lebih lanjut.
Kapolda juga menambahkan bahwa peringatan ini adalah simbol komitmen bersama. Dia punya pesan khusus untuk para siswa yang hadir.
"Saya ajak kalian semua, jadilah agen perubahan. Mulailah dari hal-hal kecil seperti ini, lalu kembangkan jadi aksi yang lebih besar. Kita menanam bukan cuma pohon, tapi juga nilai-nilai kepedulian terhadap sesama dan tentunya alam sekitar," serunya penuh semangat.
Sebagai puncak acara, Kapolda memimpin penanaman secara simbolis sebanyak 210 pohon, bersama seluruh peserta yang hadir. Jenis pohonnya beragam, ada matoa, durian, nangka madu, dan mangga. Tak cuma menanam, mereka juga menebar 210 bibit ikan di danau yang ada di lokasi. Sebuah penutup acara yang manis dan penuh makna.
Artikel Terkait
Lima Lembaga Intelijen yang Membentuk Peta Kekuatan Global
TAUD Ungkap Dugaan Serangan Terorganisir Melibatkan 16 Orang terhadap Andrie Yunus
Dolar AS Melemah Didorong Kabar Perundingan Damai Israel-Lebanon
Bentrok di Halmahera Tengah Dipicu Hoaks, Bukan Konflik SARA