Yang membuat hati miris, semua korban masih belia. Mereka adalah IZ (7) asal Bangkalan; SM (9) dan NZ (8) dari Sampang; serta LV (9), RN (9), dan RY (10) yang berasal dari Surabaya.
Di sisi lain, keluarga korban memilih untuk tidak melakukan autopsi. Keputusan ini disertai surat pernyataan resmi.
"Sebagian korban masih menunggu pihak keluarga, sebagian sudah dibawa pulang ke rumah duka dengan membuat surat pernyataan," tandas Pariadi menutup penjelasannya.
Artikel Terkait
Kapolri Gelar Buka Puasa Bersama Ormas dan Mahasiswa, Tegaskan Media sebagai Suara Publik
JPU Soroti Janji Bukti Chat Pemerasan Rp300 Juta yang Tak Sesuai Klaim Ammar Zoni
Anggota DPR Desak Tunda Impor Mobil India, Soroti Ketiadaan Transparansi
Pasangan Residivis di Ponorogo Ditangkap Usai Mencuri untuk Biaya Nikah