Yang membuat hati miris, semua korban masih belia. Mereka adalah IZ (7) asal Bangkalan; SM (9) dan NZ (8) dari Sampang; serta LV (9), RN (9), dan RY (10) yang berasal dari Surabaya.
Di sisi lain, keluarga korban memilih untuk tidak melakukan autopsi. Keputusan ini disertai surat pernyataan resmi.
"Sebagian korban masih menunggu pihak keluarga, sebagian sudah dibawa pulang ke rumah duka dengan membuat surat pernyataan," tandas Pariadi menutup penjelasannya.
Artikel Terkait
Iran Tegaskan Tak Tunduk pada Ancaman AS, Harga Minyak Melonjak
Persija Gelar Workshop Fotografi ke-5 di Sela Laga Kandang
Korban Penyekatan Air Keras Tolak Kasusnya Diadili di Peradilan Militer
BMKG Pastikan Cahaya Misterius di Langit Malang adalah Sampah Antariksa