Yang membuat hati miris, semua korban masih belia. Mereka adalah IZ (7) asal Bangkalan; SM (9) dan NZ (8) dari Sampang; serta LV (9), RN (9), dan RY (10) yang berasal dari Surabaya.
Di sisi lain, keluarga korban memilih untuk tidak melakukan autopsi. Keputusan ini disertai surat pernyataan resmi.
"Sebagian korban masih menunggu pihak keluarga, sebagian sudah dibawa pulang ke rumah duka dengan membuat surat pernyataan," tandas Pariadi menutup penjelasannya.
Artikel Terkait
Prabowo dan Pesan Tersembunyi untuk Siswa Sekolah Rakyat
Tito Karnavian Bawa Gerobak dan Mi Instan untuk Bangkitkan Aceh Tamiang
Tiga WNI Terjebak di Socotra Akhirnya Dievakuasi Setelah Berhari-hari Terisolasi
Iran Terjepit: 116 Tewas, Ancaman Hukuman Mati, dan Ancaman Intervensi AS