Bupati Sigi, Mohamad Rizal Intjenae, misalnya, sudah menyiapkan lahan seluas 10 hektare di Desa Pombewe, Kecamatan Sigi Biromaru. "Lahannya siap, sertifikatnya juga sudah lengkap semua," katanya mantap. Kabarnya, di Sigi sudah ada SRMP 22 Sigi yang beroperasi sejak Juli 2025. Sekolah rintisan di Sentra Nipotowe Palu itu punya dua rombel dengan total 50 murid.
Sementara di Deli Serdang, Bupati Asri Ludin Tambunan mengaku masih berupaya menyiapkan lahan untuk pembangunan Sekolah Rakyat permanen. Meski begitu, mereka tak sepenuhnya tertinggal. SRMP 1 Deli Serdang ternyata sudah jalan sejak Agustus 2025, bertempat di Sentra Insyaf Medan.
Lain cerita dengan Bupati Lembata, Petrus Kanisius Tuaq. Ia baru saja menyerahkan proposal pembangunan sekolah rintisan. Rencananya, mereka akan memanfaatkan bekas kantor bupati. "Tapi gedungnya perlu direnovasi dulu," ujarnya. Selain itu, pihaknya juga sedang mengurus hibah lahan seluas 7,9 hektare dari warga setempat. Prosesnya masih berjalan.
Jadi, meski langkahnya berbeda-beda, semuanya bergerak ke arah yang sama. Tinggal bagaimana kolaborasi yang digaungkan Pak Wamen tadi benar-benar jalan di lapangan. Itu yang paling menentukan.
Artikel Terkait
Gus Imron Tuding Islah di Tubuh PBNU Hanya Wacana Belaka
Wamen Dalam Negeri Sambangi Sekolah Rakyat, Serukan Semangat Belajar untuk Masa Depan Bangsa
Polisi dan Warga Megamendung Gelar Doa Bersama untuk Jaga Keamanan
Sekolah Rakyat Prabowo Tembus 104 Titik, Targetkan 200 Gedung pada 2027