Polri dan KLHK Perkuat Sinergi Pengelolaan Limbah B3
Forum Kolaboratif Aparat Hukum dan Industri untuk Standar Keberlanjutan Lingkungan
Jakarta - Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri memperkuat komitmen pengawasan lingkungan hidup melalui pendekatan edukatif dan kolaboratif. Bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), institusi penegak hukum ini menggelar forum sinergi teknis dengan melibatkan 45 perusahaan pengguna batubara penghasil limbah B3 jenis Fly Ash Bottom Ash (FABA).
Kegiatan bertajuk 'Optimalisasi Pengelolaan dan Pemulihan Lingkungan Hidup Menuju Industri yang Berkelanjutan' ini menekankan pentingnya harmonisasi antara regulasi, pengawasan, dan kepatuhan industri untuk mendukung agenda Indonesia Emas 2045.
Dalam paparan resminya, Direktur Tipidter Bareskrim Polri Brigjen Moh. Irhamni menegaskan bahwa pendekatan represif bukanlah satu-satunya solusi. "Kami ingin memastikan bahwa pengawasan dan penegakan hukum di bidang lingkungan tidak hanya bersifat represif, tetapi juga edukatif dan kolaboratif. Melalui sosialisasi ini, industri dapat memahami kewajiban serta standar teknis yang harus dipenuhi," ujarnya di Aula Ditipidter Bareskrim Polri, Selasa (18/11/2025).
"Polri berkomitmen mendorong terciptanya budaya kepatuhan yang lebih kuat. Harmonisasi antara regulasi, pengawasan, dan kepatuhan sektor industri sangat penting untuk mendukung agenda Indonesia Emas 2045," tegas Irhamni.
Artikel Terkait
Harga Emas Limbung Imbas Lonjakan Minyak dan Inflasi AS
Dolar AS Melonjak ke Level Tertinggi Seminggu Usai Gagalnya Perundingan AS-Iran
Darma Henwa Pertimbangkan Dividen Pertama Usai Laba Bersih Melonjak 7.697%
Keluarga Daeng Mamala Hibahkan 20 Hektare untuk Pesantren dan RS Al-Khairaat di Morut