Inovasi Bhayangkara: Bank Sampah Berkah Bhayangkara Ubah Sampah Jadi Berkah
Sebuah terobosan lingkungan digagas Aiptu Eko Yulianto melalui program Bank Sampah Berkah Bhayangkara yang tak hanya menyelesaikan masalah sampah, tetapi juga menciptakan lapangan kerja dan edukasi berkelanjutan bagi masyarakat Serang, Banten.
Fakta Cepat
Pendiri: Aiptu Eko Yulianto (Kepala SPKT Polsek Waringinkurung)
Mulai Beroperasi: 2021
Jaringan Unit: 50 bank sampah tersebar di Kabupaten Serang
Kapasitas Tampung: Mencapai 2 ton sampah per minggu
Tenaga Kerja: 15 orang terlibat dalam operasional
Dari Inisiatif Pribadi Menjadi Gerakan Kolaboratif
Bermula dari keprihatinan terhadap status darurat sampah di Kabupaten Serang, Aiptu Eko Yulianto memulai program bank sampah dengan modal dan lahan pribadi. Halaman rumahnya disulap menjadi gudang penampungan sampah pertama yang menjadi cikal bakal gerakan lingkungan yang lebih besar.
"Program ini saya inisiasi untuk membantu pemerintah daerah dan sekaligus memberdayakan masyarakat melalui edukasi pengelolaan sampah," tegas Aiptu Eko.
Model Operasional: Dari Unit Hingga Induk
Sistem yang dibangun mengadopsi konsep perbankan konvensional dengan pendekatan ramah lingkungan. Masyarakat dapat menabung sampah anorganik seperti botol plastik dan kardus di bank sampah unit yang tersebar di setiap RW dan sekolah. Bank sampah induk kemudian mengambil sampah terpilah tersebut untuk diproses lebih lanjut.
Manfaat Multidimensi bagi Masyarakat
Program ini menawarkan berbagai manfaat konkret bagi masyarakat:
- Penukaran sampah dengan uang tunai atau sembako
- Tabungan jangka panjang dari hasil penjualan sampah
- Pembayaran administrasi kepolisian (SIM, SKCK) menggunakan tabungan sampah
- Penciptaan lapangan kerja dengan penghasilan Rp30.000-Rp100.000 per hari
Ekspansi dan Pengakuan
Setelah berjalan lebih dari tiga tahun, inovasi Aiptu Eko mendapatkan perhatian dari Polda Banten yang memberikan bantuan lahan dan bangunan permanen untuk gudang penampungan sampah. Program ini juga diapresiasi oleh Kapolda Banten dan Bupati Serang sebagai model pemberdayaan masyarakat yang efektif.
Tantangan dan Harapan ke Depan
Meski baru berkontribusi sekitar 3% dalam pengurangan volume sampah Kabupaten Serang yang mencapai 500 ton per hari, Aiptu Eko optimis dengan terus memperluas jangkauan. Target idealnya adalah satu desa satu bank sampah, jauh dari kondisi saat ini yang baru memiliki 50 unit.
"Edukasi berkelanjutan menjadi kunci. Kami rutin melakukan sosialisasi di sekolah-sekolah agar anak-anak mencintai lingkungan sejak dini," pungkas Aiptu Eko.
Program Bank Sampah Berkah Bhayangkara membuktikan bahwa inovasi sederhana yang dilandasi komitmen kuat mampu menciptakan dampak positif berantai bagi lingkungan dan masyarakat.
Artikel Terkait
Hinca Pandjaitan Pertanyakan Klaim Jokowi Tak Teken Revisi UU KPK
NPCI Sumsel Luncurkan Pelatda Berjalan untuk Persiapan Peparnas 2028
Kapolri Ingatkan Ancaman AI dan Cuaca Ekstrem di Milad PUI
YouTuber Resbob Hadapi Tuntutan 4 Tahun Penjara atas Dugaan Penghinaan Suku Sunda