Dalam konferensi pers yang digelar di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Mayndra menjelaskan bahwa pihaknya secara konsisten bersama instansi terkait lainnya terus mengingatkan pentingnya publikasi konten positif. Selain itu, tim juga aktif melaporkan dan menindaklanjuti setiap konten negatif yang berpotensi menyebarkan paham radikal.
Langkah proaktif lainnya adalah dengan melakukan intervensi dini terhadap aktivitas mencurigakan yang terdeteksi di ruang digital. Tindakan ini bertujuan untuk memutus mata rantai radikalisasi sedini mungkin sebelum berkembang menjadi ancaman yang lebih serius.
Di sisi pencegahan fisik, Densus 88 terus memperkuat sistem deteksi dini terhadap segala bentuk ancaman serangan, baik yang mengincar fasilitas vital negara maupun objek-objek keamanan lainnya. Kombinasi antara pendekatan digital dan fisik ini diharapkan dapat menciptakan lapisan pertahanan yang lebih komprehensif dalam memerangi terorisme.
Artikel Terkait
Tes Urine Negatif, Polisi Temukan 4 Pelat Nomor Siluman di Mobil Pengemudi Ugal-ugalan di Gunung Sahari
Menteri Fadli Zon Tinjau Taman Budaya Bengkulu, Soroti Pentingnya Program Berkelanjutan
Pengemudi Pakai 4 Pelat Palsu Picu Tabrakan Beruntun di Gunung Sahari
Atalanta Lolos Dramatis, Juventus Tersingkir di Babak 16 Besar Liga Champions