Polsek Kelapa Gading Gelar Aksi Empathy Building di Empat Sekolah
Polsek Kelapa Gading menggelar kegiatan empathy building di empat sekolah setingkat SMA dan SMK di wilayahnya. Inisiatif ini bertujuan untuk menanamkan nilai toleransi dan welas asih di kalangan pelajar.
Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Kelapa Gading, Kompol Seto Handoko Putra, ini berlangsung pada Senin pagi. Aksi serentak digelar di SMAN 45 Jakarta, Penabur Intercultural School, North Jakarta Intercultural School (NJIS), dan SMK 11 Maret.
Dalam pernyataannya, Kapolsek menekankan pentingnya menciptakan energi positif di lingkungan sekolah. Belajar dari berbagai insiden yang terjadi, polisi mengajak siswa untuk lebih peka dan berempati guna membangun generasi emas yang berkarakter kuat.
Kapolsek bersama jajarannya membagikan 800 bunga mawar putih dan 800 coklat kepada para siswa. Bunga dan coklat ini merupakan simbol konkret dari pesan toleransi, kebersamaan, perdamaian, welas asih, serta penolakan tegas terhadap segala bentuk kekerasan.
Metode pembagiannya disesuaikan dengan kondisi masing-masing sekolah. Di SMAN 45, pembagian dilakukan di gerbang sekolah. Sementara di Penabur Intercultural School dan NJIS, petugas masuk hingga ke dalam kelas. Di SMK 11 Maret, polisi menyambangi siswa secara langsung dari satu kelas ke kelas lainnya.
Setiap bunga mawar dan coklat yang dibagikan disertai dengan kartu berisi pesan inspiratif. Salah satunya adalah kutipan dari Mother Teresa: "Kita tidak perlu senjata dan bom untuk membawa perdamaian, kita butuh cinta dan kasih sayang."
Tak ketinggalan, pesan perdamaian dari almarhum Gus Dur juga turut diselipkan, mengingatkan bahwa memaafkan membuka ruang yang luas untuk masa depan yang lebih baik.
Kegiatan Polsek Kelapa Gading ini sekaligus memperingati Hari Pelajar Internasional yang jatuh pada tanggal yang sama. Aksi positif ini mendapat sambutan hangat dan apresiasi dari para siswa serta guru di keempat sekolah.
Artikel Terkait
Chelsea Kecam Ujaran Rasial terhadap Wesley Fofana Usai Kartu Merah
Banjir Rendam Tujuh Desa di Pasuruan, Ratusan KK Terdampak
Mendilibar Akui Misi Olympiacos di BayArena Hampir Mustahil
Komisi Informasi Perintahkan BKN Buka Hasil TWK 57 Eks-Pegawai KPK