Siswa Jakarta Borong Medali Emas di Ajang Inovasi Internasional Bangkok

- Sabtu, 10 Januari 2026 | 15:20 WIB
Siswa Jakarta Borong Medali Emas di Ajang Inovasi Internasional Bangkok

Di tengah hiruk-pikuk Bangkok International Trade and Exhibition Centre (BITEC) awal Januari lalu, persaingan terasa begitu sengit. Ajang Bangkok International Intellectual Property, Invention, Innovation and Technology Exposition (IPITEx) 2026 memang bukan main-main hampir 900 tim dari 24 negara berkumpul di sana, saling unjuk gigi dengan ide-ide terbaik mereka. Nah, dalam gelaran akbar itulah Mentari Intercultural School Jakarta (MISJ) membuat gebrakan yang patut diacungi jempol.

Sepuluh tim mereka dikirim, dan hasilnya? Sungguh luar biasa. Dari banyak prestasi yang dicatat, satu nama yang paling mencuri perhatian adalah Critter Coach. Tim ini tak cuma pulang dengan medali emas, tapi juga menunjukkan kualitas presentasi siswa Indonesia yang tak kalah di panggung dunia.

Anggotanya adalah Kalinda, Arga Fattah, Jessica Nauli, Luke Kumala, dan Jessica Zahra. Di hadapan juri-juri internasional, mereka dinilai unggul dalam beberapa hal: ide mereka segar, solusinya relevan dengan masalah nyata, dan rencana implementasinya jelas. Dari awal penjurian hingga sesi presentasi final, performa mereka konsisten. Bahkan saat diberi pertanyaan-pertanyaan menantang, jawaban yang diberikan kuat dan terstruktur dengan baik.

Ini tentu bukan keberhasilan yang instan. Pencapaian Critter Coach, menurut sejumlah pengamat di lokasi, mencerminkan betapa efektifnya pembelajaran yang mengedepankan riset, kerja sama tim, dan penyelesaian masalah secara mandiri.

Namun begitu, sorotan pada Critter Coach hanyalah satu bagian dari kesuksesan besar MISJ. Masih ada sederet nama lain yang juga bersinar. Tim Traffigo, misalnya, yang beranggotakan Erlangga, Arga, Zihny, Fathir, Jason, dan Tala. Mereka tidak hanya meraih medali emas, tapi juga Special Award dari Nizhny Novgorod State Technical University, plus penghargaan bergengsi International Young Inventor Award. Luar biasa, bukan?

Pun dengan tim Dermatect (Zaira, Daris, Bama, Sophie, Aston, Alaric) yang bawa pulang medali emas dan Special Award dari Hongkong Dream Technology. TempGo serta SoilPin juga tak kalah, keduanya berhasil menyabet medali emas.

Di sisi lain, prestasi medali perak juga berhasil dikumpulkan oleh beberapa tim. Power Punch, Pneumocheck, Teacher's Pet, dan BLim semuanya berhasil naik podium perak. Sementara tim Agronome meraih medali perak plus Special Award dari Universiti Teknologi Mara. Benar-benar hasil yang gemilang.

Atas semua pencapaian ini, Kepala Sekolah MISJ, Aloysius Songky Widya Ananta, menyampaikan kebanggaan yang mendalam. Ia secara khusus menyoroti kesuksesan Critter Coach.

"Prestasi Critter Coach menjadi bukti nyata bahwa siswa MISJ mampu menghasilkan inovasi yang kuat secara konsep dan berdampak secara nyata," ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima pada Sabtu, 10 Januari 2026.

"Secara keseluruhan, pencapaian para siswa di IPITEx 2026 sangat membanggakan dan menunjukkan kesiapan mereka bersaing di tingkat internasional."

Aloysius juga menegaskan, kesuksesan ini mustahil terwujud tanpa dukungan para guru pembimbing. Andreas Junaedi Raja Gukguk, Otami Hia, Alib Budiyanto, dan Maria Innocentia Devina Putri disebutnya berperan besar. Mereka mendampingi siswa dengan konsisten, mulai dari tahap riset yang melelahkan hingga saat presentasi di forum internasional yang menegangkan.

Pada akhirnya, torehan prestasi MISJ di Bangkok, dengan Critter Coach sebagai salah satu bintang utamanya, lebih dari sekadar piala dan medali. Ini adalah penegasan. Sebuah pernyataan tentang komitmen sekolah dalam mencetak generasi muda Indonesia yang kreatif, kompetitif, dan siap bersaing di kancah global. Masa depan inovasi Indonesia, rupanya, punya pondasi yang cukup kuat.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar