Inflasi Indonesia Oktober 2025 Capai 2,86%, Tertinggi Sepanjang Tahun
Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Bima Arya Sugiarto, mengumumkan bahwa tingkat inflasi Indonesia pada Oktober 2025 mencapai 2,86% secara year-on-year (YoY). Angka ini mencatatkan diri sebagai inflasi tertinggi yang terjadi sepanjang tahun 2025. Dibandingkan dengan bulan September, terjadi kenaikan sebesar 0,28 persen.
Provinsi dengan Inflasi Tertinggi dan Terendah Oktober 2025
Dalam paparannya, Wamendagri Bima Arya juga merinci perbedaan laju inflasi di tingkat daerah. Berikut adalah daftar provinsi dengan inflasi tertinggi:
- Sumatera Utara: 4,97%
- Riau: 4,95%
- Aceh: 4,66%
- Sumatera Barat: 4,52%
- Sulawesi Tengah: 3,92%
- Jambi: 3,71%
Sementara itu, provinsi yang mencatatkan inflasi terendah adalah:
- Papua: 0,53%
- Maluku Utara: 1,18%
- Lampung: 1,20%
- Papua Barat Daya: 1,36%
- Papua Barat: 1,42%
- Sulawesi Utara: 1,48%
Faktor Global dan Domestik yang Mempengaruhi Inflasi
Bima Arya menjelaskan bahwa pencapaian inflasi tertinggi sepanjang 2025 ini tidak terlepas dari dinamika ekonomi global dan kondisi dalam negeri. Salah satu faktor global yang disebutkan adalah shutdown pemerintahan federal Amerika Serikat yang berlangsung sekitar 43 hari, yang turut mempengaruhi aktivitas ekspor-impor dunia.
Selain itu, tren deflasi yang terjadi di Cina akibat krisis properti dan kelebihan kapasitas produksi industri juga menjadi perhatian. Kenaikan harga emas di pasar global juga disebut memberikan andil dalam kenaikan inflasi secara keseluruhan.
Komoditas Penyumbang Inflasi di Dalam Negeri
Di tingkat domestik, beberapa komoditas menjadi penyumbang utama inflasi bulanan. Komoditas tersebut antara lain:
- Emas Perhiasan
- Cabai Merah
- Telur Ayam Ras
- Daging Ayam Ras
- Wortel
Pemerintah Daerah (Pemda) diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap tekanan harga, terutama yang dipengaruhi oleh faktor cuaca dan kondisi menjelang perayaan Natal serta Tahun Baru. Kolaborasi dan kerja sama antar daerah, khususnya dengan daerah-daerah yang memiliki kinerja baik dalam pengendalian inflasi, dinilai sangat penting untuk menjaga stabilitas harga.
Pernyataan ini disampaikan dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah yang digelar secara hybrid dari Gedung Sasana Bhakti Praja (SBP) Kementerian Dalam Negeri, Jakarta.
Artikel Terkait
Pengamat: Pemadaman Listrik Sumatra Bukan Hanya Terjadi di Indonesia, Perlu Penguatan Sistem
Kemenag Sebut Enam Lokasi Mustajab untuk Berdoa Selama Ibadah Haji
Selebgram Woodyrman Aniaya Warga Brunei di Blok M karena Kesal Ditegur, Polisi: Pelaku Mabuk
Pemprov DKI Tiadakan Car Free Day Sudirman-Thamrin 31 Mei 2026 karena Bertepatan dengan Perayaan Waisak